Al Wala wal Bara Konsep Loyalitas & Permusuhan dalam Islam

  • Cover Al Wala wal Bara Konsep Loyalitas & Permusuhan dalam Islam
Rp 110.000
Hemat Rp 16.500
Rp 93.500
Judul
Al Wala wal Bara Konsep Loyalitas & Permusuhan dalam Islam  
No. ISBN
9786027637085
Penerbit
Tanggal terbit
Juni - 2014
Jumlah Halaman
-
Berat Buku
900 gr
Jenis Cover
Hard Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Islam
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ··
Lokasi Stok
Stok Tersedia.

DESCRIPTION


Salah satu dari prinsip 'aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah, yaitu mencintai dan memberikan wala' (loyalitas) kepada kaum Mukminin, membenci kaum musyrikin dan orang-orang kafir serta berpaling (bara') dari mereka. [1]

Al-Wala' dalam bahasa Arab mempunyai beberapa arti, antara lain; mencintai, menolong, mengikuti dan mendekat kepada sesuatu. Selanjutnya, kata al-muwaalaah (الْمُوَالاَةُ) adalah lawan kata dari al-mu'aadaah(الْمُعَادَاةُ) atau al-'adawaah(الْعَدَوَاةُ) yang berarti permusuhan. Dan kata al-wali (الْوَلِى) adalah lawan kata dari al-'aduww (الْعَدُوُّ) yang berarti musuh. Kata ini juga digunakan untuk makna memantau, mengikuti, dan berpaling. Jadi, ia merupakan kata yang mengandung dua arti yang saling berlawanan.

Dalam terminologi syari'at Islam, al-Wala' berarti penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang dicintai dan diridhai Allah berupa perkataan, perbuatan, kepercayaan, dan orang yang melakukannya. Jadi ciri utama wali Allah adalah mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci Allah, ia condong dan melakukan semua itu dengan penuh komitmen. Dan mencintai orang yang dicintai Allah, seperti seorang mukmin, serta membenci orang yang dibenci Allah, seperti orang kafir.

Sedangkan kata al-bara' dalam bahasa Arab mempunyai banyak arti, antara lain menjauhi, membersihkan diri, melepaskan diri dan memusuhi. Kata bari-a (بَرِيءَ) berarti membebaskan diri dengan melaksanakan kewajibannya terhadap orang lain.
A. Definisi 'Aqidah al-Wala' dan al-Bara'

Dari penjelasan terdahulu: 'aqidah al-wala' wal-bara' dapat didefinisikan sebagai penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang dicintai dan diridhai Allah serta apa yang dibenci dan dimurkai Allah, dalam hal perkataan, perbuatan, kepercayaan, dan orang. Dari sini kemudian kaitan-kaitan al-wala' wal bara' dibagi menjadi empat:

1. Perkataan
Do'a dan dzikir yang sesuai dengan Sunnah adalah dicintai Allah, sedangkan mencela dan memaki dibenci Allah Azza wa Jalla.

2. Perbuatan
Shalat, puasa, zakat, sedekah dan berbuat kebajikan, mengerjakan Sunnah-Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dicintai Allah sedangkan tidak shalat, tidak puasa, bakhil, riba, zina, minum khamr, dan berbuat bid'ah dibenci Allah Subhanahu wa Ta'ala.

3. Kepercayaan
Iman dan tauhid dicintai Allah, sedangkan kufur dan syirik dibenci Allah Subhanahu wa Ta'ala.

4. Orang
Orang yang Muwahhid (mengikhlaskan ibadah semata-mata karena Allah Subhanahu wa Taala) dicintai Allah sedangkan orang kafir, musyrik, dan munafiq dibenci Allah Azza wa Jalla.

B. Kedudukan 'Aqidah al-Wala' wal Bara' dalam Syari'at Islam
'Aqidah al-wala' wal bara' memiliki kedudukan yang sangat penting dalam keseluruhan muatan syari'at Islam. Berikut penjelasannya:

Pertama:
Al-Wala' wal bara' merupakan bagian penting dari makna syahadat. Maka, ungkapan لاَ إِلَهَ (tiada ilah) dalam syahadat: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah) berarti melepaskan diri dari semua sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta'ala.

REVIEW Al Wala wal Bara Konsep Loyalitas & Permusuhan dalam Islam

GOODREADS REVIEW Al Wala wal Bara Konsep Loyalitas & Permusuhan dalam Islam

Buku lainnya oleh penulis - Muhammad Said Al-Qathani

»

Buku lainnya oleh penerbit - AQWAM MEDIKA

Buku sejenis lainnya