Berebut Wacana

  • Cover Berebut Wacana
  • Cover Berebut Wacana
Rp 99.000
Hemat Rp 14.850
Rp 84.150
Judul
Berebut Wacana  
No. ISBN
9786024410605
Penulis
Penerbit
Tanggal terbit
April - 2018
Jumlah Halaman
392
Berat Buku
400 gr
Jenis Cover
-
Dimensi(L x P)
15x23mm
Kategori
Islam
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

Islam Indonesia kerap dilukiskan dalam relasi dan kontestasi antara
Islam tradisionalis dan modernis. Reformasi 98 membuka horizon
pemahaman baru. Inilah struktur peluang politik baru yang memberi
panggung bagi umat Islam untuk memainkan peran sosial-politik yang makin
besar di ruang publik Indonesia.

Dalam memainkan peran baru ini, umat Islam ternyata bukanlah kubu
yang seragam, melainkan beragam, di mana kelompok-kelompok intra-Islam
mengajukan agenda dan wacananya sendiri-sendiri. Kontestasi wacana ini
bukan hanya menyangkut peran sosial-politik Islam di ruang publik,
tetapi lebih jauh lagi menyangkut hakikat Islam itu sendiri sebagai
agama. Spektrum kontestasinya juga amat luas, merentang dari sekadar
persoalan perbedaan fikih hingga perbedaan akidah, yang bahkan berujung
pada kekerasan fsik.



Analisis lama Islam modernis vs tradisional yang biasanya diwakili oleh Muhammadiyah dan NU menjadi terlalu simplistis, bahkan misleading. Peran dan pemikiran tokoh-tokoh tua yang karismatis tidak lagi menjadi ide mainstream
ketika kaum intelektual Islam muda mengkritisi mereka dan menggeluti
ide-ide Islam secara baru yang bersifat lintas-batas, lintas-mazhab,
lintas-disiplin. Jejaring internasional.



Buku Carool Kersten ini melengkapi karya-karya ilmuwan dan peneliti
asing yang mencoba membaca dan memetakan Islam di Indonesia secara umum.
Di antara karya yang cukup berpengaruh itu adalah Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia (Robert Hefner), Contemporary Developments in Indonesian Islam: Explaining the “Conservative Turn” (Martin van Bruinessen, ed.), Islam and Democracy in Indonesia: Tolerance without Liberalism
(Jeremy Menchik). Berbeda dari ketiga karya tersebut, Kersten tidak
menjadikan tokoh-tokoh besar, seperti Cak Nur dan Gus Dur, sebagai fokus
kajiannya. Ia juga menghindari keterjebakan untuk melihat organisasi
mainstream seperti NU dan Muhammadiyah. Ia memilih untuk melihat dan
menganalisis gagasan dan perkembangan intelektualisme, terutama dari
sejumlah ilmuwan muda di Indonesia. Menurutnya, mereka inilah yang
justru “bergelut dengan analisis yang lebih mendalam dan terperinci”.
Inilah salah satu kekuatan buku ini yang tidak didapatkan di buku-buku
lain yang sejenis.



Sebagai seorang ilmuwan, Kersten memang banyak menggeluti tentang traveling theory.
Ia, misalnya, melihat bagaimana beberapa pemikir dan filosof besar
seperti Muhammad 'Abid al-Jabiri, Muhammad Arkoun, Hassan Hanafi, Nasr
Hamid Abu Zaid, Giorgio Agamben, dan Slavoj Zizek berpengaruh dan hidup
dalam pemikiran beberapa akademisi-cum-aktivis yang ada di
Indonesia. Bagaimana ide, nilai, dan gagasan yang diusung oleh para
pemikir tersebut bergulat di kalangan pemikir Islam Indonesia. Ini
adalah suatu kajian dan pendekatan yang jarang dilakukan oleh ilmuwan
asing lain. Inilah yang membuat buku ini unik dan sekaligus pelik.



Dengan membaca karya Kersten yang tertuang dalam buku ini, dan juga
dalam buku-bukunya yang lain, kita akan menemukan nuansa intelektualisme
yang berbeda dari yang biasa disajikan oleh ilmuwan lain. Karena itu,
buku ini dan juga karya Kersten yang lain sangat penting untuk dibaca
oleh akademisi di Indonesia dan kemudian disandingkan dengan karya-karya
sarjana lain. Dengan cara inilah, kita bisa melihat Islam Indonesia
secara lebih komprehensif.



Ahmad Najib Burhani, Ph.D.



Peneliti Senior di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)



 



Pembentangan sejarah intelektual Islam kontemporer di buku ini
menawarkan analisis yang kompleks tentang formasi kesadaran keislaman di
Indonesia. Pendekatannya menghindari dikotomi stereotipikal
tradisional/modern atau konservatif/liberal yang bukan hanya mewarnai
kajian tentang Islam di Indonesia, tetapi juga diskusi tentang Islam
Indonesia secara lebih luas. Karya ini tak ternilai penting
kontribusinya.



Kritik Kersten terhadap isme-isme (sekularisme, pluralisme, dan
liberalisme) memberi pemahaman secara lebih akurat dan subtil tentang
isu-isu yang diperdebatan antara kaum intelektual reaksioner dan
progresif. Hal ini membuka kemungkinan-kemungkin baru bagi riset-riset
lanjutan di masa mendatang.



Reading Religion


REVIEW Berebut Wacana

Buku Sejenis Lainnya »