Kiai Ujang di Negeri Kanguru [Pre Order]

  • Cover Kiai Ujang di Negeri Kanguru [Pre Order]
  • Cover Kiai Ujang di Negeri Kanguru [Pre Order]
Rp 84.000
Hemat Rp 16.800
Rp 67.200
Judul
Kiai Ujang di Negeri Kanguru [Pre Order]  
No. ISBN
9786023858040
Penulis
Tanggal terbit
Mei - 2019
Jumlah Halaman
280
Berat Buku
250 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Islam
Bonus
diskon 20%
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Akan tersedia pada 02 Mei 2019

DESCRIPTION

*Estimasi buku ready: 2 Mei 2019

Periode Preorder mulai Tanggal 18-30 April 2019

+Diskon 20%
+ Hadiah limited gift (Jaket Hoodie) yang akan diundi setiap hari oleh penerbit naurabooks)



Kiai Ujang di Negeri Kanguru:
Menjelajahi Mazhab-Mazhab Menjawab Persoalan Sehari-Hari



Sinopsis

Sore itu di sebuah supermarket di daerah St. Lucia, Australia, Ujang bermaksud membeli daging sapi dan daging ayam.

"Asalâmu ‘alaikum, Brother. Mengapa membeli daging di sini? Ini kan tidak ada cap halalnya," Sajid, seorang brother dari Pakistan, menegur Ujang.
"Saya mau membeli daging sapi dan ayam, bukan babi. Apa kalau tidak ada cap halalnya sudah pasti haram?" sergah Ujang.
"Kamu nggak paham tentang aturan Islam, ya. Beli daging halal itu di halal butcher, jangan di supermarket," balas Sajid sambil berlalu.

***

Itulah nukilan salah satu kisah yang dikumpulkan Nadirsyah "Gus Nadir" Hosen dalam buku ini, kisah-kisah yang dialaminya sendiri selama tinggal di Negeri Kanguru.

Dengan gaya khasnya yang ringan, dosen di Monash University ini mengajak kita memahami Al-Quran dan Hadis dengan pikiran yang lebih terbuka dan tidak kaku. Meski terjadi di Australia, kisah-kisah Gus Nadir ini sangat relevan untuk pembaca Indonesia, terutama di tengah maraknya sikap-sikap merasa benar sendiri saat ini.

TENTANG PENULIS

Nadirsyah Hosen, yang lahir pada 8 Desember 1973, adalah Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand. Menempuh pendidikan formal dalam dua bidang yang berbeda, Ilmu Syariah dan Ilmu Hukum, sejak S1, S2 dan S3. Pemegang dua gelar Ph.D. ini memilih berkiprah di Australia, hingga meraih posisi Associate Professor di Fakultas Hukum, University of Wollongong. Namun kemudian, dia "dibajak" untuk pindah ke Monash University pada tahun 2015, di mana Monash Law School adalah salah satu Fakultas Hukum terbaik di dunia.

Di Kampus Monash, beliau mengajar Hukum Tata Negara Australia, Pengantar Hukum Islam dan Hukum Asia Tenggara. Sudah lebih dari 50 artikel di publikasi internasional dan 16 buku yang dihasilkannya.

Gus Nadir, begitu warga NU biasa menyapanya, adalah putra bungsu dari almarhum Prof. K.H. Ibrahim Hosen, seorang ulama besar ahli fiqih dan fatwa yang juga pendiri dan rektor pertama Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) dan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ), dan 20 tahun menjadi ketua MUI/Ketua Komisi Fatwa (1980-2000). Dari Abahnya inilah Gus Nadir belajar mengenai ilmu tafsir, fiqih, dan ushűl al-fiqh. Dari jalur Abahnya pula dia memiliki sanad keilmuan melalui Buntet Pesantren. Gus Nadir juga belajar ushűl al-fiqh kepada almarhum K.H. Makki Rafi’i yang pada masa pensiunnya menetap kembali di Cirebon. Gus Nadir juga belajar Bahasa Arab dan Ilmu Hadis kepada almarhum Prof. Dr. K.H. Ali Musthafa Ya‘qub. Kyai Makki dan Kyai Ali Musthafa alumni dari Pesantren Tebuireng, maka sanad Gus Nadir baik dari jalur Buntet maupun Tebuireng menyambung sampai ke Hadratus Syaikh Hasyim Asy‘ari (Allâh yarham). Tahun 2012, saat sabbatical leave dari kampus tempat dia bekerja, Gus Nadir memilih meneruskan studinya di Mesir, sambil berziarah ke makam para aulia.

Walhasil, latar belakang pendidikan formal dan nonformal Gus Nadir membawanya ke dalam posisi yang unik. Kajian klasik-modern; timur-barat; hukum Islam-hukum umum dikuasainya. Menjadi dosen di kampus kelas dunia, tapi juga ikut mengasuh Ma‘had Aly Pesantren Raudhatul Muhibbin di Caringin Bogor pimpinan Dr. K.H. Luqman Hakim; diundang sebagai pembicara di berbagai seminar internasional namun juga rutin setiap bulan mengurusi majelis khataman Quran. Tak heran dia menjadi orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang diangkat sebagai dosen tetap di Fakultas Hukum, Australia. Pergaulannya luas, akrab dengan para professor kelas dunia begitu juga dengan para Gus dan Kiai pondok pesantren di tanah air. Ini karena pembawaan Gus Nadir sendiri yang ramah, humoris, santun, dan santai. Tahun 2019 Gus Nadir akan memulai membuka kursus online keislaman untuk menebar Islam yang rahmatan lil-âlamîn di ranah medsos.

Cover depan:
"...Cerdas. Cerita-ceritanya luar biasa."
–K.H. A. Mustofa Bisri

Cover belakang:
"Kalau mau tahu jawaban masalah keislaman, tanya sama Gus Nadir, yang nasab dan nasibnya luar biasa."
–K.H. Hasyim Muzadi

"Senior saya di kampus ini dari dulu hebat banget. Buku ini bakal bikin kawan-kawan jadi berubah & maju."
–Ustadz Yusuf Mansur
 
Buku ini merupakan rangkuman dialog Gus Nadir dengan para "santri"nya, yang menjadi jawaban Islam yang relevan dan mewakili banyak tantangan serta peristiwa dalam kehidupan Muslim masa kini.

REVIEW Kiai Ujang di Negeri Kanguru [Pre Order]

GOODREADS REVIEW Kiai Ujang di Negeri Kanguru [Pre Order]

Buku lainnya oleh penulis - Nadirsyah Hosen

»

Buku lainnya oleh penerbit - Noura Book Publising

Buku sejenis lainnya