Bahagiakan Diri Dengan Satu Istri

  • Cover Bahagiakan Diri Dengan Satu Istri
  • Cover Bahagiakan Diri Dengan Satu Istri
Rp 43.900
Hemat Rp 8.780
Rp 35.120
Judul
Bahagiakan Diri Dengan Satu Istri  
No. ISBN
9793316934
Penerbit
Tanggal terbit
April - 2007
Jumlah Halaman
312
Berat Buku
-
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
140x205mm
Kategori
Islam
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

Sejarah kehidupan Nabi mencatat bahwa beliau melakukan monogami selama hampir 25 tahun dengan Khadijah, sedangkan kehidupan berpoligami dijalani selama 10 tahun, sebagaimana diwartakan Aisyah r.a., “Nabi Saw. tidak memadu Khadijah hingga dia meninggal dunia.” (HR. Muslim)

Jika sebagian tokoh gencar memperkenalkan poligami sebagai Sunah Nabi yang terkesan ‘harus diikuti’ dengan menegasikan nilai-nilai positif monogami, tentu saja ini aneh. Apalagi pembolehan syariat untuk menikahi hingga empat perempuan pun ditetapkan di zaman ketika kaum lelaki dianggap wajar memiliki puluhan bahkan ratusan istri.

Namun di sisi lain, kita juga merasa pilu bila menyaksikan para janda akibat konflik di Ambon dan Ternate yang menghajatkan hadirnya pengganti mendiang suami mereka, sementara mengharapkan jejaka yang secara sukarela menikahinya sangatlah sulit. Di sini kita memahami betapa Islam sangatlah bijak memperbolehkan poligami.

Sungguh tidak layak jika masalah poligami yang ramai dibicarakan khalayak harus membuat hati lelaki berbunga-bunga, hati perempuan menjadi kecut, lalu para mubalig disibukkan dengan menjelaskan nilai-nilai positifnya, hanya dengan alasan ‘membela syariat’. Jujur saja, di alam realitas, amalan syar'i yang satu ini memang tidak mudah diwujudkan karena banyaknya faktor yang memengaruhi.

Buku ini hadir bukan untuk melibatkan diri dalam ‘komunikasi rumit’ antara pihak lelaki dengan perempuan dalam isu poligami. Namun, ia ingin berbicara lebih bersahaja; memahami ketetapan syariat sekaligus memahami konteks di alam realitas. Sesuai judulnya, karya ini mengungkap lebih jujur berbagai hal seputar indahnya berumah tangga dengan satu istri.

REVIEW Bahagiakan Diri Dengan Satu Istri