Rabu, 23 Mei 2012
 
User Name
Password
 
Lupa Password
Registrasi Anggota Baru
alaydrus
pipit azali
Rosemary Mankin
 Jumlah Anggota : 127186
[+] Buka Semua Kategori
+Agama
+Aksesoris Kado & Parcel
+Anak-Anak
+Bahasa dan Kamus
+Biografi dan Memoar
+Buku Akan Datang
+Buku Import
+Buku Import Spesial
+Buku Import Teknik dan Design
+Buku murah 2012
+Buku Novel
+Buku Sekolah
+Buku Teks
+Busana dan Kecantikan
+CD Pembelajaran Interaktif
+EBook
+Ekonomi dan Manajemen
+Hobi dan Usaha
+Hukum dan Undang-undang
+Humor
+Inspirasi dan Spiritual
+Kesehatan dan Lingkungan
+Komik
+Komputer dan Internet
+Majalah
+Masakan dan Makanan
+Non-Fiksi Lainnya
+Orang Tua dan Keluarga
+Perhotelan dan Pariwisata
+Produk lainnya
+Psikologi dan Pengembangan Diri
+Referensi
+Remaja
+Sains dan Teknologi
+Sastra dan Filsafat
+Sejarah dan Budaya
+Teknik
+Tjersil-Buku Cerita Silat

Tayang: 56 hari lagi

Tayang: 37 hari lagi

Tayang: 42 hari lagi

Tayang: 28 hari lagi
 
BiografiMemoar
Display Buku
Cover Detail


Rp 48.000
Hemat Rp 7.200
Rp 40.800


Tayang: 186 hari lagi


Tayang: 96 hari lagi
 
Judul Pak Beye dan Istananya Tetralogi#1  
No. ISBN 9789797095555 
Penulis Wisnu Nugroho 
Penerbit Kompas 
Tanggal terbit Juli - 2010 
Jumlah Halaman 256 
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) -
Kategori Memoar 
Bonus
Text Bahasa Indonesia ·
Lokasi Stok gudang penerbit
Masukkan ke daftar keinginan Masukkan ke Daftar Keinginan   

Baca review buku ini Rekomendasikan buku ini
 
SINOPSIS BUKU - Pak Beye dan Istananya Tetralogi#1

Presiden Republik lndonesia adalah orang paling penting atau nomor satu di negeri ini. Setidaknya, sesuai pelat nomor sedan kepresidenan: RI 1. Oleh Wisnu Nugroho, wartawan Kompas, sisi tidak penting RI 1 yang kini dijabat Susilo Bambang Yudhoyono dipaparkan dengan lugas, mengalir, dan apa adanya di blog kompasiana.

Menulis berita 'penting' RI 1 dan menyiarkannya langsung dan serentak hanya membuat berita makin seragam. Sifat 'penting' berita lstana membuat gereget 'menarik' hilang karena tak terberitakan.

Pak BeYe dan Istananya adalah buku pertama dari 'Tetralogi Sisi Lain SBY', Sebagai 'manusia biasa', Pak Beye yang punya gereget dicatat secara rinci, dibagikan secara jenaka dan kadang nakal. Karena rinci, cerita jenaka dan nakal seputar lstana tersusun runut jelas, dan bernilai sejarah. Bersiaplah tersenyum-senyum.

Wartawan Kompas, Wisnu Nugroho, atas pengalamannya selama meliput SBY di/dan istana. Ditulis dengan jenaka, buku ini menghadirkan SBY yang lain dari yang selama ini dikenal orang.
 
 
RESENSI TERKINI - Pak Beye dan Istananya Tetralogi#1  
Oleh : lakaraza, 05 April 2011-12:32:52
Rating
Unsur “menarik” dan “penting” dalam sebuah berita biasanya menjadi salah satu yang paling diperhatikan. Misalnya saja memberitakan tentang seseorang yang penting dan terkenal seantero negeri. Apalagi, berita tentang orang penting itu adalah hal-hal yang selama ini tidak pernah terberitakan di banyak media massa, alias tak banyak diketahui oleh masyarakat umum.

Bagaimana wajah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat tidak pede berbicara di depan rakyatnya, misalnya. Atau tahi lalat Presiden Indonesia keenam itu yang tiba-tiba hilang di awal tahun 2009. Atau yang lain, berita mengenai Bu Budi yang selama ini memasak untuk keluarga SBY dan Pak Apiaw yang menjadi tukang pijat kepercayaannya.

Sebenarnya tidak ada yang penting dari berita itu, jika dibandingkan dengan pengumuman kenaikan listrik dan harga BBM yang pernah disampaikan SBY. Namun, bagi kebanyakan rakyat Indonesia yang tidak tahu bagaimana keseharian presidennya itu di Istana Kepresidenan, Jakarta, berita-berita itu bisa jadi penting, karena yang diberitakan adalah orang penting.

Berita-berita tidak penting dari orang yang paling penting itulah yang ditulis Wisnu Nugroho di dalam bukunya yang berjudul “Pak Beye dan Istananya”. Buku pertama dari tetralogi Pak Beye karya jurnalis Harian Kompas itu menceritakan keseharian SBY yang selama ini tidak pernah terberitakan di media cetak tempatnya bekerja sejak sembilan tahun terakhir.

Banyak cerita-cerita yang selama ini tidak pernah disorot oleh berbagai media di negeri ini, yang dicatat oleh Wisnu. Memang tidak ada peliputan atau wawancara khusus yang dilakukannya, seperti jika ia meliput mengenai konferensi pers atau pidato kenegaraan yang disampaikan oleh SBY. Semua berita-berita tidak penting itu hanyalah hasil pengamatan Wisnu selama bertugas sebagai jurnalis Harian Kompas di Istana Kepresidenan sejak tahun 2004.

Bisa dibilang, Wisnu hanya mencatat behind the story dari sebuah peristiwa secara runut dan detail, sehingga kemudian ia bisa menceritakannya kembali kepada para pembaca. Contohnya saja, tentang sepatu yang dikenakan para pembantu presiden alias para menteri saat menghadiri undangan buka puasa bersama di istana. Atau, cerita mengenai kendaraaan yang digunakan para menteri saat menghadap SBY.

Lainnya, cerita tentang orang-orang tidak penting tetapi sangat besar perannya dalam keseharian SBY. Misalnya, siapa yang tahu dengan Iwan yang selama ini bertugas untuk menyiapkan podium dan alat pengeras suara yang setiap saat digunakan SBY ketika menyampaikan pidato kenegaraan? Padahal, perannya sangat besar dalam tugas-tugas kepersidenan tersebut.

Bahkan, cerita mengenai mikrolet dan metromini yang tiba-tiba bisa masuk ke istana, dan lingkungan istana yang tiba-tiba ramai setiap malam Jumat pun dicatat oleh seorang Wisnu. Ternyata, ibu-ibu pengajian tersebut adalah anggota Majelis Dzikir SBY yang dibentuk untuk mendukung kampanye SBY saat pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden. Kemudian, mikrolet dan metromini yang parkir di halaman istana tersebut ternyata adalah kendaraan yang mengantarkan ibu-ibu pengajian itu.

Namun sayangnya, tentu saja berita-berita tersebut tidak serta-merta bisa dimuat di media tempatnya bekerja, sebagaimana jika ia menulis hasil pidato kepresidenan yang baru saja disampaikan SBY. “Cerita di balik berita” ini memang tidak bisa begitu saja diberitakan di media mainstream, apalagi sekelas Harian Kompas, karena berbagai alasan, terutama soal keterbatasan space (halaman) yang tersedia.

Sebagai “manusia biasa”, SBY tentu saja memiliki keseharian yang tidak jauh berbeda dengan rakyat kebanyakan. Namun, karena statusnya yang juga sebagai orang penting, membuat hal-hal seputar mereka menjadi menarik. Apalagi, jika itu diceritakan secara jenaka dan nakal. Maka, seperti ditulis editor buku ini, Pepih Nugraha yang juga merupakan Admin Kompasiana dalam pendahuluannya, “Bersiaplah tersenyum-senyum!”
[Kirim Resensi] [Baca Semua Resensi]

Buku lainnya oleh penulis - Wisnu Nugroho
Rachmat Witoelar dan Perubahan Iklim
Penulis: Wisnu Nugroho
(Kompas
Rp 48.000   Hemat Rp 7.200   Rp 40.800
Pak Beye dan Politiknya Tetralogi#2
Penulis: Wisnu Nugroho
(Kompas
Rp 68.000   Hemat Rp 10.200   Rp 57.800
Pak Beye dan Kerabatnya Tetralogi#3
Penulis: Wisnu Nugroho
(Kompas
Rp 49.000   Hemat Rp 7.350   Rp 41.650
Lainnya »
 

Buku lainnya oleh penerbit - Kompas
Manusia Komunikasi, Komunikasi Manusia
Penulis: Alwi Dahlan
(Kompas
Rp 150.000   Hemat Rp 22.500   Rp 127.500
Pembaharuan Tanpa Membongkar Tradisi
Penulis: Djohan Efendi
(Kompas
Rp 58.000   Hemat Rp 8.700   Rp 49.300
Sistem Jaminan Sosial Nasional
Penulis: Sulastomo
(Kompas
Rp 36.000   Hemat Rp 5.400   Rp 30.600
Lainnya »
 
 
BUKU SEJENIS
Spanning a Revolution
Penulis: Molly Bondan
(Yayasan Obor Indonesia
Rp 85.000   Hemat Rp 12.750   Rp 72.250
What's Left of Us : Kisah Tentang Kenangan yang Ingin Dilupakan
Penulis: Richard Farrel
(GagasMedia
Rp 58.000   Hemat Rp 8.700   Rp 49.300
Lucky Backpacker : Rp 3 Juta Menjelajah 5 Negara Eropa
Penulis: Astri Novia
(Imania (Pustaka Iman)
Rp 32.000   Hemat Rp 4.800   Rp 27.200
Memoar Albert Hasibuan
Penulis: Albert Hasibuan
(Kata Penerbit
Rp 125.000   Hemat Rp 12.500   Rp 112.500
A Man Named Dave
Penulis: Dave Pelzer
(Gramedia Pustaka Utama
Rp 65.000   Hemat Rp 9.750   Rp 55.250
  Lainnya »
x

Kosong
Cara Jadi Anggota
Keuntungan Anggota
Cara Belanja
Cara Pembayaran
Cakupan Pengiriman
Biaya Pengiriman
Proses Pengiriman
Hubungi Kami

Tayang: 250 hari lagi
Rp 50.000
Hemat Rp 7.500
Rp 42.500
Majalah CodyMaxx #23 | 2012
Buku Promo Lainnya
Memoar
Apr - Mei 2012
Rp 69.000
Hemat Rp 10.350
Rp 58.650
Rumah Seribu Malaikat
Terlaris Lainnya
Buku Populer
Okky Brahmantyo ,matali
alhamdulillah, terima kasih kepada bukukita.com pe...
Novlisa Widya
FYI nii, orderan saya sudah sampai hari sabtu tgl ...
Dwi Riyanto
"MANTAP BUAAANGET , SALUT bwt BUKUKITA janji kirim...
 
Tambah Lainnya
Periode April 2012
No Undian :
  133515492202
Anggota :
  lafemme_rita
Hadiah Buku yang dipilih:
  Perahu Kertas
No Undian :
  133664029858
Anggota :
  eshs
Hadiah Buku yang dipilih:
  Shitlicious (Cover Baru) : Saat Keapesan Menjadi Santapan Istimewa
Cara Sederhana Men..
kategori: Umum
Gimana Sih Cara Be..
kategori: Umum
Postingan Baru: [R..
kategori: Buku
Bersegera dan berg..
kategori: Umum
PG Panggung Gembir..
kategori: Diari
 
Halaman Depan | Tentang Kami | Kerjasama Penerbit | Buku Baru | Buku Terlaris | Buku Populer | Buku Rekomendasi | Buku Promo | Blog
 Search
Kantor Pusat: JL. Topaz Raya C2 No.12 Permata Puri Media, Jakarta Barat.
Layanan Bantuan: 021-33088877, 021-91977730 Fax: 021-58350075 | Hubungi Kami
Jam Layanan: Senin - Jumat: 09.00 WIB - 16.00 WIB | Sabtu: 09.00 WIB - 12.00 WIB (Hari Kerja)
© 2006 - 2012 BukuKita.com - PT.Mitra Online Perkasa