Empat Bianglala [Edisi ber-TTD]

  • Cover Empat Bianglala [Edisi ber-TTD]
  • Cover Empat Bianglala [Edisi ber-TTD]
Rp 79.500
Hemat Rp 11.925
Rp 67.575
Judul
Empat Bianglala [Edisi ber-TTD]  
No. ISBN
-
Penulis
Penerbit
Tanggal terbit
Agustus - 2017
Jumlah Halaman
340
Berat Buku
300 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
14x21mm
Kategori
Remaja
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ··
Lokasi Stok
Stok Tersedia.
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

PERSAHABATAN adalah sesuatu yang indah. Manna dan Meimei yakin betul soal itu. Mereka juga yakin Itut tetap menjadi bagian dari Tiga Bianglala, meskipun tidak lagi bersama mereka di Palembang.

Kekompakan Manna dan Meimei teruji ketika Ibu Guru memasukkan Tis ke kelompok tugas IPA mereka. Nilai yang diberikan tidak hanya dari hasil makalah yang dikumpulkan, tapi juga dari kerja sama kelompok. Mau tidak mau Manna dan Meimei berusaha menarik Tis yang galak, pemuram, dan penyendiri itu supaya mau mengerjakan tugas.

Ketika akhirnya Tis mau membuka diri, Manna dan Meimei terkejut mendapati ternyata teman mereka itu sering dipukuli ayahnya di rumah. Manna berinisiatif menolong Tis, tapi akibatnya Tis marah padanya. Di saat yang sama, Manna yang baru kelas 1 SMP dirisak oleh kakak-kakak kelasnya, Geng Nyego (Nyenggol Goco) yang sudah kelas 3. Mira, ketua Geng Nyego tidak suka Manna disukai oleh Arief, sang ketua OSIS. Di saat genting ketika Manna telah dipojokkan oleh Geng Nyego, tiba-tiba Tis muncul sebagai penyelamat.

Kemarahan Tis pada Manna yang melaporkan ayahnya yang pemabok dan juga suka bertindak kasar pada anak-anaknya ke pihak berwajib akhirnya sirna. Manna dan Meimei pun menerima Tis menjadi bagian dari kelompok mereka. Sekarang mereka bukan lagi Tiga Bianglala, melainkan jadi Empat Bianglala--karena Itut, dimanapun berada, tetap menjadi bagian dari mereka. Keriaan dan kenakalan di masa SMP mereka isi dengan berlibur ke Kenten Laut, memetik mangga dan buah pinang, makan pempek lima ngaku tiga, dan saling taksir antar teman sesekolah. Masa remaja dipertengahan tahun 1980-an itu terasa penuh kegembiraan, sampai tiba-tiba datang satu petaka lagi menguji persahabatan mereka.
Tis

REVIEW Empat Bianglala [Edisi ber-TTD]

Buku Sejenis Lainnya »