Kesatria Terakhir: Misteri Runtuhnya Kerajaan Pajajaran

+1 rating+1 rating+1 rating+0 rating+0 rating
3 avg rating - 1 Goodreads ratings
  • Cover Kesatria Terakhir: Misteri Runtuhnya Kerajaan Pajajaran
Rp 98.000
Hemat Rp 14.700
Rp 83.300
Judul
Kesatria Terakhir: Misteri Runtuhnya Kerajaan Pajajaran  
No. ISBN
9786027926400
Penerbit
Tanggal terbit
Mei - 2018
Jumlah Halaman
586
Berat Buku
500 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Sejarah Fiksi
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit icon-help
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi Buku Sejarah Fiksi terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan Anda segera Kami proses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006. Berikut Testimonial dari Pengguna Jasa Bukukita.com
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

DESCRIPTION


Pasca terjadinya burak (runtuhnya) Pajajaran 1579 M, Maulana Hasanudin tidak serta-merta menjadikan Pakuan (ibu kota Pajajaran) sebagai pusat pemerintahan bercorak Islam seperti Surasowan (Banten) dan Pakungwati (Cirebon). Pakuan dibiarkannya menjadi kawasan terbengkalai. Laporan Scipio (1687), Adolf Winkler (1690), dan para peneliti Barat sesudahnya, menemukan bekas-bekas reruntuhan di kawasan Pakuan Pajajaran ini. Dalam cerita-cerita tradisional dikisahkan setelah Prabu Siliwangi moksa, Keraton Pakuan berubah menjadi kawasan hutan. Dalam naskah Pantun Bogor episode Dadap Malang Sisi Cimandiri yang menjadi spirit dan latar belakang novel Kesatria Terakhir ini disebutkan bagaimana kobaran api yang membakar keraton dan seluruh kawasan kota Pakuan menghanguskan seluruh bangunan dan pepohonan, meninggalkan bara yang tidak padam selama beberapa minggu sesudahnya. Watu Gigilang berhasil diboyong ke Surasowan, tetapi mahkota Binokasih Sanghyang Pake lolos dan dibawa ke Sumedang Larang.

Dua puluh tahun setelah peristiwa burak Pajajaran, dua orang mantan prajurit Pajajaran yaitu Ki Tanjung Rangga dan Pandita Tundapura, berhasil mendidik dan membesarkan dua anak muda Raksa Rineka dan Nyai Lara Bumi untuk memelihara semangat mendirikan kembali Pajajaran Anyar. Waktu kemudian mempertemukan keduanya dalam kisah asmara. Ketika asmara bertakhta, Nyai Lara Bumi bertemu sang ayah yang tak lain pembunuh orang tua Raksa Rineka. Akankah Raksa Rineka memaafkan dan tetap mencintai Nyai Lara Bumi yang wangi tubuhnya selalu tak bisa hilang dari kesadarannya? Akankah dua insan murid Ki Tanjung Rangga dan Pandita Tundapura itu mampu membangun kembali Pajajaran Anyar?

Karya E. Rokajat Asura lainnya:

Buku terbitan Iiman lainnya:

Buku sejenis lainnya

Buku pengembangan Maret 2019
Buku Populer & Terlaris 2019
Resep Masakan 2019
Pelajaran Sekolah 2019