Sedang Tuhan pun Cemburu (Republish)

  • Cover Sedang Tuhan pun Cemburu (Republish)
  • Cover Sedang Tuhan pun Cemburu (Republish)
Rp 99.000
Hemat Rp 14.850
Rp 84.150
Judul
Sedang Tuhan pun Cemburu (Republish)  
No. ISBN
9786022914747
Tanggal terbit
Mei - 2018
Jumlah Halaman
464
Berat Buku
400 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
130x205mm
Kategori
Sosial-Budaya
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit

DESCRIPTION

Salah satu bakat paling besar dalam diri manusia memang menjadi binatang: makhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran-tataran lain dari spiritualisme adalah kesempurnaan yang seyogyanya diperjuangkan oleh manusia.

Akan tetapi, binatang nampaknya lebih beruntung dibanding manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dari awal sampai akhir. Sedang dunia manusia, suka menjebak diri dengan kebebasan yang dimilikinya atau yang ia peroleh dari Tuhannya. Manusia merasa bebas untuk memilih, termasuk memilih bunuh diri atau melenyapkan standar-standarnya terhadap nilai kemanusiaan.

Esai-esai yang ditulis oleh Emha Ainun Nadjib dalam buku ini, merefleksikan betapa panjang pertanyaannya atas hidup. Emha tak hanya melihat pola interaksi antara manusia dengan Tuhan yang semakin mengabur, tetapi juga semakin tersingkirnya manusia dari strata-strata sosial yang mereka bentuk sendiri.
 
Tentang Penulis

EMHA AINUN NADJIB, lahir pada 27 Mei 1953 di Jombang, Jawa Timur. Pernah meguru di Pondok Pesantren Gontor, dan "singgah" di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

Emha Ainun Nadjib merupakan cendekiawan sekaligus budayawan, yang piawai dalam menggagas dan menoreh kata-kata. Tulisan-tulisannya, baik esai, kolom, cerpen, dan puisi-puisinya banyak menghiasi pelbagai media cetak terkemuka.

Pada 1980-an aktif mengikuti kegiatan kesenian internasional, seperti Lokakarya Teater di Filipina (1980); International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, AS (1984); Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984); serta Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman Barat (1985).

Cukup banyak dari karya-karyanya, baik sajak maupun esai, yang telah dibukukan. Di antara sajak yang telah terbit, antara lain "M" Frustasi (1976), Sajak Sepanjang Jalan (1978), 99 untuk Tuhanku (1983), Syair Lautan Jilbab (1989), Seribu Masjid Satu Jumlahnya (1990), dan Cahaya Maha Cahaya (1991).

Adapun kumpulan esainya yang telah terbit, antara lain Daur I: Anak Asuh Bernama Indonesia (2017), Daur II: Iblis Tidak Butuh Pengikut (2017), Daur III: Mencari Buah Simalakama (2017), Daur IV: Kapal Nuh Abad 21 (2017), Tidak. Jibril Tidak Pensiun! (2017), dan lain-lain.

REVIEW Sedang Tuhan pun Cemburu (Republish)

GOODREADS REVIEW Sedang Tuhan pun Cemburu (Republish)

Buku lainnya oleh penulis - EMHA AINUN NADJIB

»

Buku lainnya oleh penerbit - Bentang Pustaka

Buku sejenis lainnya