Chronicles of Ancient Darkness #1 : Wolf Brother

  • Cover Chronicles of Ancient Darkness #1 : Wolf Brother
  • Cover Chronicles of Ancient Darkness #1 : Wolf Brother
Rp 44.500
Hemat Rp 6.675
Rp 37.825
Judul
Chronicles of Ancient Darkness #1 : Wolf Brother  
No. ISBN
-
Penulis
Penerbit
Tanggal terbit
April - 2006
Jumlah Halaman
-
Berat Buku
-
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
130x200mm
Kategori
Fantasi
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya


Torak sendirian.... terluka, ketakutan dan dalam pelarian. Ayahnya telah tiada, dibantai setan yang berwujud beruang. Hanya ditemani seekor anak serigala, Torak menjelajahi hutan, menyeberangi lautan es, dan menghadapi bahaya yang tak mereka bayangkan sebelumnya demi menyelamatkan seisi Hutan dari ancaman si Beruang. Buku pertama dari Chronicles of Ancient Darkness ini akan membawa Anda kembali ke ribuan tahun yang lalu di hutan rimba: dunia yang penuh magic dan teror. *** Penghargaan untuk buku ini: 2005: Parent Choice - Gold Winner. 2005: Kate Greenaway Medal - shortlist. 2005: Branford Boase Award - shortlist. 2005: The LYPBA - Shortlist. 2005: WHSmith Children's book of the Year - shorlist. 2006: Manchester Book Award - finalist. Kisah yang sangat ingin Anda baca dan amat sukar diperoleh." --The Times "Penuh aksi." --Sunday Times "Kisah yang memukau." --Mail on Sunday "Bacaan yang membuat orang terkesima." --Guardian

REVIEW Chronicles of Ancient Darkness #1 : Wolf Brother

Oleh : Yuukichi, 04 Juni 2008-14:46:57

Rating
Sebuah novel fiksi petualangan yang membawa pembacanya hanyut ke dalam suasana pedalaman hutan Eropa purba beberapa ribu tahun setelah jaman es mencair. Penyampaian karakter tokoh-tokohnya disusun rapi dalam rangkaian-rangkaian kejadian dengan penggambaran latar yang detil tapi tidak membosankan. Alur cerita lurus tidak berbelit-belit sehingga pesan-pesan penulis tersampaikan dengan mudah. Unsur-unsur kekerasan minim sehingga bisa menjadi salah satu pertimbangan para orang tua sebagai pilihan bacaan bagi anak-anaknya.
Cerita dimulai dari setting di tengah hutan dimana seorang bocah berusia 12 tahun bernama Torak sedang duduk disisi ayahnya Fa yang terbaring sekarat setelah bertarung melawan seekor Beruang yang telah dirasuki setan. Sebelum Fa wafat, ia meminta Torak untuk mengabulkan permintaan terakhirnya bersumpah janji akan melakukan perjalanan ke puncak Gunung Roh Dunia di Utara.
Dalam perjalanan menuju Gunung Roh Dunia, Torak bertemu dengan seorang gadis bernama Renn dari Klan Gagak dan akan menemaninya dalam perjalanan. Hord, kakak kandung Renn adalah seorang pemuda 19 tahun yang sangat percaya diri dan yakin akan mewarisi jabatan pamannya Fin-Kedinn sebagai kepala Klan Gagak. Setelah badai salju merenggut nyawa ayah mereka, Hord dan Renn dibesarkan oleh Fin-Kedinn seperti anak kandung sendiri.
Dikatakan bahwa ada sebuah ramalan yang mengatakan hanya seorang ‘Pendengar’ yang bisa memusnahkan Beruang kerasukan setan itu. Beruang tersebut telah membuat kekacauan di hutan dengan membunuh hewan lain bukan untuk dimangsa, bahkan juga menyerang dan membunuh manusia hingga ke perkampungan. Konon setan yang merasukinya adalah setan ‘inti’ yang merupakan setan terkuat dan hanya mempunyai satu tujuan yaitu memusnahkan alam dan kehidupan.
Kemampuan berbicara dengan serigala dan taktik uap yang memenangkan Torak pada pertarungan melawan Hord cocok dengan gambaran dan ciri sang ‘Pendengar’ pada ramalan. Akhirnya Torak ditemani Renn dan seekor anak serigala yang selamat dari banjir besar yang merenggut induk dan saudara-saudaranya, memulai perjalanannya dengan risiko bertemu sang Beruang dan berbagai rintangan alam.
Perjalanan berbahaya dimulai dari menyusuri hulu sungai yang bersemak yang diiringi bukit-bukit batu berlumut dan licin. Torak hampir tewas tenggelam terbawa arus kencang sungai karena terpeleset saat menyeberang sambil menggendong anak Serigala itu. Tapi kejadian itu justru membawanya pada penemuan ‘Nanuak’ pertama berupa ‘Mata Sungai’ di dasar sungai sebelum akhirnya nyawanya diselamatkan oleh Renn. Ramalan menyebutkan harus menemukan tiga Nanuak yang terpenting di alam agar diijinkan bertemu Roh di puncak Gunung Roh Dunia. Ujian ini dimaksudkan untuk membuktikan kelayakan seorang manusia yang akan menghadap Roh.
Nanuak kedua adalah ‘Gigi Batu’ yang ditemukan di ujung gua gelap berisi makhluk penjaga yang tak terlihat dan tanah yang menelan. Di gua ini pertama kalinya Beruang tersebut berhasil menyusul Torak dan kawan-kawan sehingga Renn hampir tewas tercabik-cabik ketika sang Serigala lari membawa Nanuak Mata Sungai untuk menarik perhatian sang Beruang. Nanuak yang ketiga adalah ‘Lampu Batu’, ditemukan Torak pada mayat seorang pria yang tewas kedinginan dari Klan Rusa Merah, di sebuah gua pada Gunung Roh Dunia.
Dalam perjalanan akhir Torak menuju puncak Gunung Roh Dunia, Hord menyerang Torak dan berusaha merebut ketiga Nanuak tersebut dengan tujuan agar ia bisa menebus dosanya yang mana ternyata Hord-lah penangkap Beruang itu di masa lalu untuk dimasukkan setan inti oleh gurunya yang seorang dukun jahat. Hord tewas bersama Beruang terdorong timbunan badai salju ke jurang. Tiga Nanuak tersebut berhasil dibawa oleh Serigala ke puncak Gunung Roh Dunia. Torak sekarat tapi nyawanya telah diselamatkan oleh Roh Dunia.

Buku Sejenis Lainnya »