If You Know What Happened In MCI

  • Cover If You Know What Happened In MCI
  • Cover If You Know What Happened In MCI
Rp 49.500
Hemat Rp 7.425
Rp 42.075
Judul
If You Know What Happened In MCI  
No. ISBN
9786020900209
Penulis
Penerbit
Tanggal terbit
Januari - 2015
Jumlah Halaman
264
Berat Buku
200 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Umum
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ··
Lokasi Stok
Stok Tersedia.


Meme Comic Indonesia (MCI). Apaan tuh? Sejenis bensin oplosan atau power ranger, ya? Kalo lo semua pernah liat gambar ini di facebook, twitter,  instagram, atau path elo, pasti kenal! Udah ngeh, kan? Sekarang, gue kenalin dedengkot-dedengkot di belakang Meme Comic Indonesia dengan segala hiruk-pikuknya. Berawal dari Admin P sang pelopor yang mengalami Gegana (Gelisah, Galau, Merana) akibat ke-jonesannya. Lalu, ada Admin ‘S’ yang setia. Menggantikan Admin ‘P’. Si gendut imut yang pendiam ngelebihin diemnya patung pancoran. Dan, ada Admin ‘Kitty’ si manis yang ngalahin manisnya gulali.

Klasifikasi cewek cantik dalam 4 kategori...

1. Cantiknya mutlak, nggak bisa diganggu gugat.
2. Cantik karena usaha.
3. Pernah cantik.
4. Suatu saat (insya Allah, doakan saja) bisa tampil cantik.


Alasan palsu cowok/cewek ke pasangannya...

1. “Kamu terlalu baik buat aku.”

     Artinya: “Kamu terlalu baik, mau-maunya pacaran sama aku yang nggak mau sama kamu.”

2. “Sebenernya selama ini, aku nganggep kita kakak-adek.”

     Artinya: “Iya, aku menganggap kamu kakak yang bisa disuruh-suruh.”

3. “Kayaknya nggak bisa deh. Soalnya aku mau fokus belajar.”

     Artinya: “Iya, belajar mencintai orang lain."

4. “Maaf aku nggak bisa. Kita beda keyakinan.”

    Artinya: “Iya, kita beda keyakinan. Kamu yakin kalau kamu ganteng, tapi akunya nggak yakin.”


Tentang Penulis

Widya Arifianti lahir 22 tahun silam dan ingin merayakan hidup dengan menulis setiap harinya. Sewaktu kecil, senang menulis buku harian, tapi seringkali kecolongan dibaca orang. Kini, ia memutuskan untuk menulis buku beneran yang semoga bisa dibaca banyak orang. Tak hanya menulis buku, Lulusan Ilmu Komunikasi UI ini juga menjadi copywriter untuk sebuah Advertising Agency, Pensil Media.

REVIEW If You Know What Happened In MCI

Oleh : milah_oke, 20 Apr 2015-15:57:32

Rating
Membaca novel karangan Tere Liye ini seperti melihat gambaran kecil negeri kita. Dengan berbagai konflik yang dibalut menjadi satu dalam sebuah ide cerita yang menggambarkan segala tingkah pola para ‘bedebah’ dalam memainkan peran di sebuah negeri yang carut marut. Dalam novel ‘Negeri Para Bedebah’ ini Tere Liye seakan menyajikan gambaran minus sebuah negeri yang dipenuhi dengan akal licik, pembalasan dendam, segala macam intrik yang dihalalkan, dan ‘bedebah’ yang haus akan kekuasaan.

Diceritakan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, membuat kita lebih mudah membayangkan apa yang sebenarnya ingin diceritakan pengarang. Dengan alur cerita yang simpel membantu kita untuk mendeskripsikan dan membayangkan kejadian yang dialami oleh tokoh utama dalam novel ini. Selain itu penggambaran objek dalam novel ini juga seakan langsung menyentil kita dengan kejadian yang serupa dialami oleh negara kita (walaupun nama-nama dalam objek atau tokoh dirubah oleh pengarang).

Tokoh sentral dalam cerita ini adalah Thomas seorang konsultan keuangan yang sukses. Berusia 33 tahun dan sudah sering menjadi pembicara dalam acara-acara bergengsi di dalam maupun luar negeri dengan pesertanya adalah pimpinan berbagai perusahaan. Ia sendiri memiliki perusahaan konsultan yang ternama. Thomas pandai memotivasi dan memberi masukan yang jitu untuk para klien bisnisnya. Dalam cerita, Thomas memiliki karakter cerdik, gesit, cerdas, fisik kuat, humoris, tampan, dan mempunyai kesibukan yang melebihi kesibukan presiden. Dalam novel ini digambarkan segala macam intrik jahat yang dilakukan lawan Thomas seakan berhasil dikalahkan juga dengan kecerdikan yang Thomas miliki. Sisi baik dari seorang Thomas yang selalu melindungi keluarganya juga diceritakan dengan apik oleh Tere Liye. Konflik yang ada dalam novel seakan tidak ada habisnya membuntuti Thomas. Dan akhir penceritaan ini seakan tidak bisa kita tebak bagaimana hasilnya.
Membaca novel ini memang membuat kita seakan melihat gambaran kecil Indonesia, dengan segala intrik kalangan ‘atas’. Mungkin bagi para pembaca yang baru ‘melek’ sastra dan politik Indonesia akan sedikit susah menghubungkan keduanya. Padahal jika kita ‘melek’ politik Indonesia maka cerita dalam novel ini akan membuat kita seakan melihat sandiwara dan tingkah polah para ‘bedebah’ dalam memainkan perannya.

Negeri Para Bedebah Quotes
“Ketika satu kota dipenuhi orang miskin, kejahatan yang terjadi hanya level rendah, perampokan, mabuk-mabukan, atau tawuran. Kaum proletar seperti ini mudah diatasi, tidak sistematis dan jelas tidak memiliki visi misi, tinggal digertak, beres. Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi kepanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka.”

Buku sejenis lainnya