Sejarah Skeptisisme Jatuh Bangun Paham Keraguan atas Kebenaran

  • Cover Sejarah Skeptisisme Jatuh Bangun Paham Keraguan atas Kebenaran
Rp 85.000
Hemat Rp 17.000
Rp 68.000
Judul
Sejarah Skeptisisme Jatuh Bangun Paham Keraguan atas Kebenaran  
No. ISBN
9786029261622
Penerbit
Tanggal terbit
Desember - 2016
Jumlah Halaman
288
Berat Buku
350 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Referensi Umum
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ··
Lokasi Stok
Stok Tersedia.
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

Sejak abad ke-5 SM, keraguan seputar kemungkinan pengetahuan terhadap realitas mulai menggejala. Hal ini dipicu oleh kemunculan kaum Sofis (sophist). Lambat laun, kecenderungan ini di satu sisi semakin mendapatkan perhatian, dan di sisi lain semakin berkembang dan melahirkan varian-varian skeptis baru, bahkan hingga masa kini. Sejumlah pemikir pendukungnya pun menyuguhkan argumentasi atas klaimnya, kendatipun tidak semuanya.

Penulis buku ini berupaya menjawab sejumlah dalih yang diajukan kaum Skeptisis. Dengan merujuk pada beberapa karya representatif dari pemikir-pemikir skeptis, penulis mencermati dan menelusuri dasar-dasar pandangan mereka, kemudian berusaha mengkritisinya seraya menjelaskan dan menganalisis konsep-konsep dan basis argumentasi mereka.

Banyak orang, termasuk para sarjana, tidak menyadari bahwa peradaban modern melaju dengan kendaraan empirisme dan rasio instrumental di atas jalan pemikiran yang mengingkari kemampuan akal budi dalam memahami realitas dan tujuan perjalanan itu sendiri. Buku ini mendedah. asumsi-asumsi dasar tiga tokoh utama pemikiran dan kebudayaan Barat modern: Rene Descartes, David Hume, dan Immanuel Kant. Muncul pertanyaan mengapa sains dan teknologi berkembang pesat di atas skeptisisme? Atau salahkah pertanyaan ini?

óDr. Ir. Husain Heriyanto, M.Hum, Penulis buku "Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam" (Jakarta: Mizan, 2011); Dosen Program Master Studi Islam Univesitas Paramadina.


Skeptisisme sebagai aliran pemikiran yang berambisi meragukan segalanya, tentu saja bukan anak kemarin sore di jagat filsafat. Buku yang saya sunting dengan penuh optimisme ini karena begitu detail dan lugas dalam mengupas isi dan historisme skeptis, hanya ingin menunjukkan; meski terkesan berpostur kritis, Skeptisisme ditakdirkan terkungkung dalam dilema epistemologis tak berujung, yaitu hasrat menjadi realitas yang justru ingin disangkal- nya terus-menerus.
óDede Azwar, editor


Tentang Penulis

Ali Asgari Yazdi merupakan Asisten Professor di Universitas Tehran. Ia juga merupakan peneliti senior dalam kajian agama dan filsafat, di samping juga seorang penulis aktif. Karya-karyanya banyak dipub- likasikan oleh jurnal-jurnal nasional maupun intemasional.

REVIEW Sejarah Skeptisisme Jatuh Bangun Paham Keraguan atas Kebenaran

Buku lainnya oleh penerbit - Sadra Press »

Buku Sejenis Lainnya »