Sherlock Holmes : Misteri Yang Tak Terpecahkan

  • Cover Sherlock Holmes : Misteri Yang Tak Terpecahkan
  • Cover Sherlock Holmes : Misteri Yang Tak Terpecahkan
Rp 59.900
Hemat Rp 11.980
Rp 47.920
Judul
Sherlock Holmes : Misteri Yang Tak Terpecahkan  
No. ISBN
978
Penulis
Penerbit
Tanggal terbit
Juli - 2007
Jumlah Halaman
-
Berat Buku
500 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Mistery-Thriller
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

Tahun 1947, dan Sherlock Holmes—sekarang 93 tahun—sedang menghabiskan masa pensiunnya di rumah peternakan di pelosok Sussex bersama seorang pengurus rumah tangga dan anak lelakinya yang masih muda. Sherlock merawat lebah-lebahnya, menulis jurnal, dan bermain-main dengan kekuatan pikirannya yang mulai melemah. Tetapi di senja kehidupannya itu, karena orang-orang terus saja mencari dirinya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, Holmes meninjau kembali sebuah kasus yang mungkin akan menjawab pertanyaan pribadinya yang bahkan tak dia sadari—tentang hidup, tentang cinta, dan tentang batasan kemampuan pikiran untuk mencari tahu.

REVIEW Sherlock Holmes : Misteri Yang Tak Terpecahkan

Oleh : linoleum, 15 April 2008-10:53:15

Rating
Ada banyak pengarang yang mencoba untuk mereguk ketenaran nama Sherlock Holmes demi kejayaannya sendiri dan bukan untuk mengenang Sherlock Holmes maupun rindu dengan petualangan si detektif nyentrik jagoan ratu Inggris. Sherlockian, para penggemar Sherlock Holmes, menginginkan sang detektif beraksi kembali, maka mereka akan membuat sebuah kisah detektif yang tetap berdasarkan karakter dan kebiasaan Sherlock Holmes sesuai dengan yang digambarkan oleh Sir Arthur Conan Doyle, pengarang aslinya.

Sherlock Holmes di Tangan Sir Arthur Conan Doyle

Sherlock Holmes lahir lewat goresan pena dan buah pikiran Sir Arthur Conan Doyle yang diterbitkan pada Strand Magazine, majalah fiksi bulanan. Karakter Sherlock Holmes dibuat sedemikian rupa, sehingga Sherlock terasa seperti manusia yang nyata, bukan sekedar tokoh rekaan Sir Arthur.

Sherlock Holmes digambarkan sebagai sesosok pria kurus tinggi, berkulit kecoklatan, berhidung sedikit bengkok, gemar menggunakan topi yang khas, merokok dengan pipa, pandai bermain biola, ahli dalam anggar, memiliki kemampuan deduksi yang baik, ingatan yang tajam, dan ahli menyamar. Dengan banyaknya kelebihan yang ia miliki, Sherlock Holmes juga dikenal memiliki perilaku yang kurang baik, yaitu menghisap candu dan menyuntikkan heroin ke dalam tubuhnya. Sherlock menganggap bahwa obat-obatan terlarang itu sebagai suatu tantangan akan ketahanan tubuhnya melawan efek negatif yang ditimbulkan.

Sherlock Holmes digambarkan memiliki sahabat yang menjadi kepercayaannya, yaitu Dr. Watson. Meskipun Watson tidak memiliki kemampuan deduktif seperti Sherlock, Watson tetap dipercaya untuk mendampingi Sherlock dalam setiap penyelidikannya.

Sherlock Holmes di Tangan Mitch Cullin

Mitch Cullin membangkitkan Sherlock Holmes dengan caranya sendiri. Di tangan Mitch Cullin, Sherlock Holmes berubah drastis menjadi pria tua yang membosankan. Sherlock digambarkan rindu akan kehadiran anak dan masih banyak karakter Sherlock yang dibelokkan. Entah apa yang menjadi penyebab Mitch Cullin membuat Sherlock Holmes menjadi seperti itu.

Satu hal yang pasti, Mitch Cullin menghancurkan gambaran Sherlock Holmes yang sudah terpatri di benak Sherlockian.

Kekuatan novel yang sebenarnya adalah (menurut saya) manusia yang sedikit lebih atau sedikit kurang dari manusia biasa dan itulah yang membuat karakter novel menjadi lebih hidup di hati dan pikiran pembacanya.

Ada baiknya Micth Cullin membuat tokoh detektif yang baru dengan karakter yang ia inginkan. Bukannya merusak tokoh orang lain.

Pendapat saya itu tentunya berbeda dengan hujan pujian yang diterima oleh Mitch Cullin (bisa dilihat di bukunya). Bila Anda merasa tidak yakin dengan pendapat saya, ada baiknya membaca buku Sherlock Holmes buatan Sir Arthur Conan Doyle dan bandingkan dengan buatan Mitch Cullin.

Buku Sejenis Lainnya »