Display Buku
The Twins Exchange
 
Rp 32.000
Hemat Rp 1.600
Rp 30.400

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari Lia_L
 
  20 Apr 2015 - 15:58:10

Isi Resensi :
The Twins Exchange


Ide cerita dari teenlit ini tidak dapat disebut istimewa, bahkan dapat dibilang biasa aja... pertukaran peran. Ada beberapa buku yang menceritakan hal yang kurang lebih sama dengan teenlit ini. Di bagian sinopsisnya sendiri jelas tertulis kalau secara tidak langsung, kisah ini terinspirasi oleh dongeng klasik The Pince and The Pauper karya Mark Twain. Perbedaan yang ingin digarisbawahi penulis adalah yang bertukar tempat disini berbeda gender, seorang pria (Radith) dan seorang perempuan (Editha). Sehabis membaca sinopsis di bagian belakang, saya memiliki ekspektasi yang cukup tinggi dengan teenlit satu ini (ditambah pengalaman saya membaca karya Irena sebelumnya, Online Addicted dan The Bridemaid Story). Saya berharap akan menemukan banyak konflik yang akan terjadi. Terlebih saat saya menyadari beberapa potensi konflik yang ada : Pertama, Oma Farida yang lebih mengenal Editha dibandingkan Ibu kandung Editha. Saya berharap Oma Farida akan dapat "mengendus" pertukaran diantara Editha dan Radith Kedua, Iko yang begitu dekat dengan Radith. Saya berharap, putra bungsu keluarga Wejana ini juga akan dapat "mengendus" pertukaran Kakaknya dengan Editha Saya berharap sekali akan ada dukungan dan penolakan dari kedua orang ini dan penasaran dengan penyelesaian konflik yang ditawarkan penulis. Tapi harapan tinggal harapan. Walaupun Oma Farida dapat "mengendus" perubahan dalam diri "Editha", beliau masih tidak menyadari kalau sosok yang tiba-tiba mahir bermain piano ini adalah Radith. Saya juga agak berasa sedikit mengerutkan kening saat mencoba mengikuti jejak perjalanan cinta Radith - Editha saat mereka bertukar peran. OK.. harus saya akui perjalanan cinta Radith lebih mudah diikuti karena sejak awal bertemu dengan Metha, pria itu sudah jatuh cinta pada sahabat baik Editha dan berusaha keras menahan diri untuk tidak terlibat hubungan cinta "sesama jenis" (karena saat ini dia berperan sebagai Editha yang notabene seorang perempuan). Berbeda dengan kisah Editha yang tanpa ada permulaan langsung tumbuh benih-benih cinta dengan Oland, Kakak sulung Radith. Ditambah lagi dengan perubahan sikap Rion sang perusuh yang menurut saya terlalu cepat. Hanya karena sekali ditolong, Rion langsung berubah dari pembuat rusuh menjadi sahabat yang kelak jatuh cinta pada "Radith" (yang diperankan Editha), proses jatuh cintanya pun menurut saya masih kurang dieksplorasi. Saya padahal cukup berharap juga pada sosok Rion, sepertinya dia akan jadi lawan sepadan bagi Editha Dibandingkan dengan dua karya lain Irena yang saya baca, teenlit satu ini rasanya masih kurang greget. Mungkin karena teenlit ini karya pertama Irena? Tapi so far, ceritanya cukup manis dan bisa membuat pembaca minimal tersenyum simpul
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+0 rating+0 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]