Rabu, 23 Mei 2012
 
User Name
Password
 
Lupa Password
Registrasi Anggota Baru
ryu_ndha
arbiyanto
Sudiana71
 Jumlah Anggota : 127284
[+] Buka Semua Kategori
+Agama
+Aksesoris Kado & Parcel
+Anak-Anak
+Bahasa dan Kamus
+Biografi dan Memoar
+Buku Akan Datang
+Buku Import
+Buku Import Spesial
+Buku Import Teknik dan Design
+Buku murah 2012
+Buku Novel
+Buku Sekolah
+Buku Teks
+Busana dan Kecantikan
+CD Pembelajaran Interaktif
+EBook
+Ekonomi dan Manajemen
+Hobi dan Usaha
+Hukum dan Undang-undang
+Humor
+Inspirasi dan Spiritual
+Kesehatan dan Lingkungan
+Komik
+Komputer dan Internet
+Majalah
+Masakan dan Makanan
+Non-Fiksi Lainnya
+Orang Tua dan Keluarga
+Perhotelan dan Pariwisata
+Produk lainnya
+Psikologi dan Pengembangan Diri
+Referensi
+Remaja
+Sains dan Teknologi
+Sastra dan Filsafat
+Sejarah dan Budaya
+Teknik
+Tjersil-Buku Cerita Silat

Tayang: 56 hari lagi

Tayang: 37 hari lagi

Tayang: 42 hari lagi

Tayang: 28 hari lagi
 
Anak-AnakChicklitDrama
FantasiFiksiFilosofi
HororKomediLifestyle
MetropopMistery-ThrillerPerang
PetualanganPolitik-HukumPsikologi
RemajaRoman HarlequinRomance
SamuraiSastraScience Fiction
Sejarah FiksiSosial-BudayaSpiritualitas
SuspenseTeenlit
Display Buku


Rp 65.000
Hemat Rp 10.400
Rp 54.600


Tayang: 186 hari lagi


Tayang: 96 hari lagi
 
Judul Ranah 3 Warna (Buku ke-2 dari trilogi Negeri 5 Menara)  
No. ISBN 9789792263251 
Penulis Ahmad Fuadi 
Penerbit Gramedia Pustaka Utama 
Tanggal terbit Januari - 2011 
Jumlah Halaman
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) -
Kategori Filosofi 
Bonus
Text Bahasa Indonesia ··
Lokasi Stok gudang bukukita
Masukkan ke daftar keinginan Masukkan ke Daftar Keinginan   

Baca review buku ini Rekomendasikan buku ini
 
SINOPSIS BUKU - Ranah 3 Warna (Buku ke-2 dari trilogi Negeri 5 Menara)

Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.

Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?

Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: "Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?" Hampir saja dia menyerah.

Rupanya "mantra" man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat "mantra" kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?

Ke mana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?

Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa.

 
 
RESENSI TERKINI - Ranah 3 Warna (Buku ke-2 dari trilogi Negeri 5 Menara)  
Oleh : Piezza, 14 Februari 2011-18:03:24
Rating
Ranah 3 Warna (A. Fuadi)


Novel fiksi yang merupakan kelanjutan dari novel pertamanya yang berjudul Negeri 5 Menara, tentulah sudah sangat ditunggu-tunggu kehadirannya.
Dalam novel pertama, penulis (A.Fuadi) telah berhasil membawa pembacanya menyelami dunia pondok pesantren yang selama ini mungkin hanya dikenal oleh para penghuni dan alumni penghuninya. Tapi seorang alumni Pondok Pesantren Gontor, telah dengan lihat mengajak kita menyelami dunia pondok pesantren yang selama ini samar-samar.

Buku kelanjutan Negeri 5 Menara ini memulai kisahnya dengan acara memancing antara Alif dengan sahabat baiknya, Randai, di tepi Danau Maninjau. Potongan adegan ini menggambarkan bagaimana Randai telah melecut semangat juang Alif, yang alumni pesantren, untuk melangkah ke jenjang universitas yang diinginkannya. Diceritakan bagaimana perjuangan Alif menempuh ujian persamaan, dan dengan apik serta mendatangkan dercak kagum, Ahmad Fuadi telah membuat kita melihat bagaimana perjuangan sungguh-sungguh seorang "anak kampung" alumni pondok pesantren yang lebih banyak belajar soal Agama, mencapai universitas negeri impiannya.

Sejak perjuangan Alif mengikuti ujian persamaan, matera "man Jadda Wajada" yang selalu menjadi andalan semangatnya terus didengungkan kepada setiap pembacanya, membuat kata-kata itu seperti terpatri juga dalam hati para pembacanya, dan menjadikannya sebuah nilai tambah, ketika "mantera" tersebut ikut "memanaskan" suasana perjuangan tokoh utama dalam novel ini.


Alif, yang akhirnya berhasil menembus salah satu universitas negeri di Bandung, semakin ditempa oleh pengalaman manis dan pahit yang silih berganti menyapanya. Kehilangan salah seorang yang dikasihinya menjadi klimaks awal dalam novel ini, terbukti dengan berawal dari kejadian pahit tersebut, Alif berusaha bangkit semampunya, dan menyempurnakan "mantera", bukan lagi sekedar "Man Jadda Wajada" tapi juga "Man Shabara Zhafira", Siapa yang bersabar akan beruntung. Kata-kata yang didengarnya pertama kali dari Kiai Rais, gurunya di Pondok Pesantren Madani, membuatnya lebih sabar menghadapi hidup dan sekali lagi mengajak pembacanya untuk ikut menyelami lika-liku perjuangan untuk mencapai kesabaran itu sendiri.


Perkenalan Alif dengan Bang Togar Parangin-angin, yang merupakan seniornya di majalah kampus adalah sebuah "warna" yang menarik dalam novel ini. Lewat sosok pemuda Batak yang ceplas-ceplos namun berhati baik ini, Alif mulai membuka wawasannya tentang dunia tulis menulis. Ditempa secara "ekstrem" oleh seniornya itu membuat Alif tidak kecil hati. Seperti cerita-cerita sebelumnya, Alif menganggapnya sebagai sebuah kompetisi, dan ia selalu ingin keluar sebagai pemenang! Berkat bantuan ilmu dari Bang Togar Parangin-angin ini juga Alif bisa mulai membiayai sendiri hidupnya di tanah perantauan.

Di pertengahan novel, kita akan mulai dibawa kembali pada mimpi Alif menjejakan kaki di benua Amerika. Ketika teman-temannya menertawakan mimpinya, Alif tidak gentar. Ia terus berjuang hingga akhirnya memperoleh suatu peluang melalui suatu program pertukaran pelajar. Alif yang tidak pandai seni harus memutar otaknya demi memenangkan kompetisi. Baginya, bukan hanya seni yang harus dipamerkan di negeri orang, tapi intelegensi juga seharusnya berperan. Ia berjuang menarik perhatian para juri untuk mempertimbangkannya untuk bisa lolos dari ujian ini.

Ketika akhirnya Alif bisa menginjakkan kaki di benua impiannya, pembaca seolah diajak bersamanya menjelajah dunia yang sungguh-sungguh baru. Seorang anak kampung yang hanya bermodal mimpi, kini bisa menginjakkan kaki di benua yang tadinya hanya angan-angannya bersama rekan Sahibul Menara. Benua Amerika tidak lagi sejauh matanya memandang awan yang membentuk goresan Negeri Paman Sam itu. Ia menginjakkinya. Menjejakan langkahnya untuk mulai berpetualang, walaupun ia harus terima bahwa keinginannya untuk memperlancar bahasa Inggris terbentur dengan budaya di tempatnya ditempatkan yang tidak berbahasa Inggris. Tapi bukan Alif namanya kalau ia menyerah begitu saja.

Novel ini sungguh menyajikan "angin segar" diantara novel lainnya yang sudah mendahuluinya. Tidak hanya sekedar fiksi belaka, namun tuangan pengalaman hidup, ketepatan penggambaran suasana, serta kekayaan batin penulisnya, membuat isi novel ini seperti hidup. Kita benar-benar seperti diajak menjelajah ke benua Amerika, ikut menyelami budaya penduduk Quebec, daerah kecil tempat Alif ditempatkan selama kurang lebih enam bulan, dengan segudang cerita interaksi Alif dengan penduduk sekitar.

Sayangnya, saya merasa kehilangan Bang Togar Parangin-angin, yang di awal novel ini menyumbang "cerita manis". "Keberadaan" Bang Togar tiba-tiba saja lenyap di pertengahan novel hingga pada halaman terakhir. Padahal, tokoh yang satu ini berjasa dalam perjalanan kehidupan Alif di Bandung.

Namun dengan semua kelebihan dan kekurangannya, novel ini sungguh layak dan disarankan untuk dibaca oleh setiap orang yang merasa "kerdil" akan impian, merasa nyaris putus asa, dan wajib juga dibaca oleh setiap orang yang sedang berlari dan tidak berhenti berlari mengejar mimpi-mimpinya.
[Kirim Resensi] [Baca Semua Resensi]

Buku lainnya oleh penerbit - Gramedia Pustaka Utama
Kamus Saku Perancis - Indonesia
Penulis: Farida Soemargono
(Gramedia Pustaka Utama
Rp 45.000   Hemat Rp 6.750   Rp 38.250
Lima Sekawan 1 : Di Pulau Harta
Penulis: Enid Blyton
(Gramedia Pustaka Utama
Rp 25.000   Hemat Rp 3.750   Rp 21.250
50 Inspirasi Busana Kerja
Penulis: Nona
(Gramedia Pustaka Utama
Rp 35.000   Hemat Rp 17.500   Rp 17.500
Lainnya »
 
 
BUKU SEJENIS
Sang Koruptor
Penulis: Hario Kecik
(Lkis
Rp 60.000   Hemat Rp 9.000   Rp 51.000
In A Strange Room
Penulis: Damon Galgut
(Elex Media Komputindo
Rp 49.800   Hemat Rp 7.470   Rp 42.330
Khotbah di Atas Bukit
Penulis: Kuntowijoya
(Bentang Pustaka
Rp 32.500   Hemat Rp 4.875   Rp 27.625
Legenda Pak Tua Tiow
Penulis: Suchitra Onkom
(Karaniya
Rp 20.000   Hemat Rp 3.000   Rp 17.000
Good Omens : Pertanda-Pertanda Baik
Penulis: Neil Gaiman & Terry Pratchett
(Gramedia Pustaka Utama
Rp 58.000   Hemat Rp 8.700   Rp 49.300
  Lainnya »
x

Kosong
Cara Jadi Anggota
Keuntungan Anggota
Cara Belanja
Cara Pembayaran
Cakupan Pengiriman
Biaya Pengiriman
Proses Pengiriman
Hubungi Kami

Tayang: 250 hari lagi
Rp 19.500
Hemat Rp 2.925
Rp 16.575
Majalah MIX Marketing Communications #05 - Mei 2012
Buku Promo Lainnya
Filosofi
Apr - Mei 2012
Rp 47.000
Hemat Rp 7.050
Rp 39.950
Filosofi Kopi : Kumpulan cerita dan prosa satu dekade (Cover Baru)
Terlaris Lainnya
Buku Populer
Okky Brahmantyo ,matali
alhamdulillah, terima kasih kepada bukukita.com pe...
Widya
FYI nii, orderan saya sudah sampai hari sabtu tgl ...
Dwi Riyanto
"MANTAP BUAAANGET , SALUT bwt BUKUKITA janji kirim...
 
Tambah Lainnya
Periode April 2012
No Undian :
  133515492202
Anggota :
  lafemme_rita
Hadiah Buku yang dipilih:
  Perahu Kertas
No Undian :
  133664029858
Anggota :
  eshs
Hadiah Buku yang dipilih:
  Shitlicious (Cover Baru) : Saat Keapesan Menjadi Santapan Istimewa
[Review] The Power..
kategori: Buku
Trik Download Cepa..
kategori: Hobi
Ringkasan Buku Rep..
kategori: Buku
Tantangan Dakwah U..
kategori: Umum
perkenalkan KEBUDA..
kategori: Umum
 
Halaman Depan | Tentang Kami | Kerjasama Penerbit | Buku Baru | Buku Terlaris | Buku Populer | Buku Rekomendasi | Buku Promo | Blog
 Search
Kantor Pusat: JL. Topaz Raya C2 No.12 Permata Puri Media, Jakarta Barat.
Layanan Bantuan: 021-33088877, 021-91977730 Fax: 021-58350075 | Hubungi Kami
Jam Layanan: Senin - Jumat: 09.00 WIB - 16.00 WIB | Sabtu: 09.00 WIB - 12.00 WIB (Hari Kerja)
© 2006 - 2012 BukuKita.com - PT.Mitra Online Perkasa