Kisah Si Rase Terbang (Box, 3 jilid) Soft Cover

  • Cover Kisah Si Rase Terbang (Box, 3 jilid) Soft Cover
  • Cover Kisah Si Rase Terbang (Box, 3 jilid) Soft Cover
Rp 230.000
Hemat Rp 34.500
Rp 195.500
Judul
Kisah Si Rase Terbang (Box, 3 jilid) Soft Cover  
No. ISBN
-
Penulis
Tanggal terbit
2012
Jumlah Halaman
-
Berat Buku
1300 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Saduran
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya


Merupakan cerita lanjutan dari Rase Terbang dari Pegunungan Salju yang mengambil latar belakang cerita antara waktu kematian Hu Yi Dao sampai dengan tumbuh dewasanya Hu Fei. Cerita diawali dengan kisah masa kanak-kanak Hu Fei dan dilanjutkan dengan kisah kepahlawanannya saat ia masih seorang remaja. Diceritakan juga kisah cinta segitiga yang dialami Hu Fei dan proses yang dilaluinya dalam mendalami ilmu silat. Berdasarkan kejadian-kejadian yang digambarkan dalam cerita Si Rase Terbang, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa cerita Si Rase Terbang terjadi beberapa tahun setelah kejadian-kejadian dalam buku Pedang dan Kitab Suci, karena Hu Fei mengenal tokoh- tokoh dalam Pedang dan Kitab Suci yang jauh lebih tua umurnya pada saat itu

***

JILID 1

Musim dingin belum menyingkir dari daerah Utara. Gunung Tiang-pek-san masih mengenakan mantel salju yang putih bersih. Saat itu fajar mulai menyingsing dan timbunan salju memantulkan kembali cahaya matahari dalam beribu warna, seakan-akan beribu permata tersebar di situ.

Suasana tenang tenteram, damai dan suci seakan--akan hendak mengesankan, bahwa dunia ini sungguh indah, bila saja tidak dinodai perbuatan manusia yang penuh angkara. Tetapi di sinipun tiba-tiba terdengar mendesisnya sebatang anak panah yang dilepaskan dari balik gunung di sebelah Timur dan melayang ke tengah angkasa.

Dari bunyi mendesisnya anak panah yang tiba-tiba memecahkan kesunyian dengan cepat lagi nyaring itu, dapat diketahui betapa kuat tenaga orang yang melepaskannya. Anak panah tersebut dengan sangat tepat menembus seekor belibis yang sedang terbang bebas. Terbawa anak panah yang menancap di lehernya, belibis itu terjungkal jatuh di atas salju.
 
Pada saat itu, dari jurusan Barat, beberapa belas tombak dari tempat belibis itu jatuh, empatpenunggang kuda sedang mendatangi dengan cepat. Ketika mendadak terdengar mendesisnya panah tersebut, keempat orang itu serentak menahan kuda mereka yang segera terhenti.

Menampak betapa tepatnya belibis itu dipanah jatuh, tanpa kecuali mereka merasa kagum dandi dalam hati mereka timbul keinginan untuk mengetahui siapakah gerangan pemanah yang tangkas itu.

Akan tetapi setelah sekian lama menanti dan dari balik gunung itu belum juga muncul orangyang dinantikan, mereka mendengar derap kaki kuda yang lari pesat. Ternyata orang yang ditunggu itu sudah pergi dengan mengambil jurusannya sendiri.

Seorang di antara rombongan penunggang kuda itu bertubuh kurus jangkung, wajahnya mencerminkan kecerdasan, usianya sudah agak tua. Ia mengerutkan kening demi mendengarpemanah tadi kabur. Segera ia mengeprak kudanya dan menuju ke lereng gunung di sebelahTimur, diikuti tiga kawannya.

Setelah melewati suatu tikungan, mereka melihat lima penunggang kuda yang sudah agak jauh, mungkin sudah satu li, dari tempat mereka. Dari bekas-bekas kaki kuda yang jelasditinggalkan di permukaan salju, dapat dikira-kira betapa cepat lari kuda mereka itu.  Teranglah sudah, bahwa mereka tidak mungkin dikejar lagi.

"In Suheng, agak aneh juga kejadian ini," kata orang tua tadi sambil mengisyaratkan agarkawan-kawannya menghampirinya.Yang dipanggil In suheng ini juga sudah agak tua, tubuhnya agak gemuk, dua belah kumistebal menghiasi bibirnya dan tubuhnya diselubungi mantel dari kulit tiauw (suatu jenisbinatang yang mirip dengan tikus dan kulitnya berharga mahal sekali), lagaknya sebagaisaudagar kaya raya...


REVIEW Kisah Si Rase Terbang (Box, 3 jilid) Soft Cover

Buku Sejenis Lainnya »