Jumat, 30 Januari 2015
 
User Name
Password
 
Lupa Password
Registrasi Anggota Baru
adamdermawan
scubyx
kamz
 Jumlah Anggota : 239551
[+] Buka Semua Kategori
+Agama
+Aksesoris Kado & Parcel
+Anak-Anak
+Bahasa dan Kamus
+Biografi dan Memoar
+Buku Akan Datang
+Buku Import
+Buku Import Spesial
+Buku Import Teknik dan Design
+Buku Murah dan Promo 2015
+Buku Novel
+Buku Sekolah
+Buku Teks
+Busana dan Kecantikan
+CD Pembelajaran Interaktif
+EBook
+Ekonomi dan Manajemen
+Hobi dan Usaha
+Hukum dan Undang-undang
+Humor
+Inspirasi dan Spiritual
+Kesehatan dan Lingkungan
+Komik
+Komputer dan Internet
+Majalah
+Masakan dan Makanan
+Non-Fiksi Lainnya
+Orang Tua dan Keluarga
+Perhotelan dan Pariwisata
+Produk lainnya
+Psikologi dan Pengembangan Diri
+Referensi
+Remaja
+Sains dan Teknologi
+Sastra dan Filsafat
+Sejarah dan Budaya
+Teknik
+Tjersil-Buku Cerita Silat

Tayang: 10 hari lagi

Tayang: 42 hari lagi

Tayang: 71 hari lagi

Tayang: 36 hari lagi
 
Anak-AnakChicklitDrama
FantasiFiksiFilosofi
HororKomediLifestyle
MetropopMistery-ThrillerPerang
PetualanganPolitik-HukumPsikologi
RemajaRoman HarlequinRomance
SamuraiSastraScience Fiction
Sejarah FiksiSosial-BudayaSpiritualitas
SuspenseTeenlit
Display Buku


Rp 59.000
Hemat Rp 11.800
Rp 47.200


Tayang: 179 hari lagi


Tayang: 11 hari lagi
 
Judul Turquoise : Kisah Sang Singa Perkasa Dari Kohina  
No. ISBN 9789791394024 
Penulis Titon Rahmawan 
Penerbit Escaeva 
Tanggal terbit November - 2007 
Jumlah Halaman
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) -
Kategori Fantasi 
Bonus
Text Bahasa Indonesia ··
Lokasi Stok gudang bukukita
Masukkan ke daftar keinginan Masukkan ke Daftar Keinginan   

Baca review buku ini Rekomendasikan buku ini
 
SINOPSIS BUKU - Turquoise : Kisah Sang Singa Perkasa Dari Kohina
"Sebuah riwayat, sedahsyat apa pun, akan tinggal membeku tertimbun gurun waktu, kecuali, seseorangg mengangkatnya kembali dengan cara pandang yang cemerlang. Titon Rahmawan telah menulis secara serius, sehingga terasa betapa kemegahan kisah dan kepahlawanan selalu mencuri perhatian kita untuk menyimak dengan kekaguman tersendiri. Turquoise telah memperlihatkan kelebatan cahaya masa lalu, hadir melalui kata-kata yang anggun dan mudah dipahami. Kita, diam-diam, telah memiliki pengarang setara Tariq Ali." - Kurnia Effendi, cerpenis dan peneliti LPKP "Karena cinta, persahabatan jadi sirna. Karena cinta harta, cinta jadi binasa. Karena kalap cinta, rasio tidak bicara. Sang penulis, Titon Rahmawan menuliskannya dengan gaya bertutur yang memainkan perasaan dan hati. Beberapa adegan menampakkan kejutan, secara runtut perlu dibaca dengan cermat untuk mendapatkan efek penggambaran suasana dan peristiwa." - Yonathan Rahardjo, penulis novel 'Lanang' Penyabet Juara Harapan 2 Lomba Novel DKJ 2006 "Novel berlatar budaya Arab ini menceritakan senandung kesetiaan di persimpangan jalan. Antara jalan Tuhan dan manusia." - Sigit Susanto, novelis dan penulis catatan perjalanan 'Menyusuri Lorong-Lorong Dunia' "Turquoise: novel puitis dengan unsur suspense yang semakin menguat dan latar cerita yang berhasil membangun rasa kepedihan." - Manaek Sinaga. Pemimpin Umum majalah sastra Imajio "Dengan alur yang tak bersolek, novel ini membuktikan penulisnya adalah juru cerita yang piawai membangun kisah." - Donny Anggoro, eseis dan cerpenis "Sebuah kisah yang sangat menakjubkan, yang dengan cerdas meramu intersitas dramatis, petualangan mistis, ketegangan psikologis, kearifan masa lampau, dan gaya tutur yang bertabur puisi menjadi sebuah donggeng dengan latar yang demikian eksotis dan saraf fantasi." - Ratna Dwi Yulianti, pemerhati sastra "Lewat Turquoise, Titon Rahmawan berhasil memadukan eksotisme ala Kisah Seribu Satu Malam, kesyahduan sastra sufistik, dan kepiluan gaya Shakespeare-an Tragedy. Salah satu novel yang amat mengasyikkan!" -Iwan Sulistiawan, dosen & penulis pemula 
 
RESENSI TERKINI - Turquoise : Kisah Sang Singa Perkasa Dari Kohina  
Oleh : htanzil, 29 Februari 2008-11:33:53
Rating
Tersebutlah di sebuah negeri yang hampir seribu tahan lamanya dikenal sebagai “Negeri Allah” terdapat sebuah kota yang bernama Makaresh. Di kota yang terlahir dari berbagai macam tradisi dan ragam budaya itu hiduplah seorang gadis cantik jelita yang bernama Safira yang berasal dari golongan Zabadi yang sangat kaya raya.

Semenjak kecil Safira memiliki tiga orang sahabat lelaki yang bernama Hasyim, Qaddri, dan Husayn. Qaddri yang masih merupakan sepupu Safira adalah anak seorang kepala kampung, Hasyim anak seorang perawat kuda, sedangkan Husayn dan keluarganya telah lama bekerja sebagai pelayan di rumah keluarga Safira. Walau berbeda derajad secara sosial namun Safira tetap menganggap mereka sebagai sahabat-sahabat terbaiknya.

Seiring berlalunya waktu, Safira tumbuh menjadi seorang gadis yang penuh pesona baik karena kecantikannya maupun karena kehalusan budinya. Karenanya diam-diam Qaddri, Husayn dan Hasyim terpikat oleh keelokan budi dan kecantikan Safira. Mereka saling berlomba untuk dapat menarik perhatian Safira. Sebagai tanda persahabatan, Safira memberikan tiga buah turquoise, atau batu pirus berwarna hijau kebiru-biruan dengan gurat keemasan yang termata indah. Konon batu ini ini diyakini memiliki tuah berupa kekuatan yang bisa menuntun pemiliknya untuk memenuhi takdir hidupnya dan juga memebrikan pencerahan spiritual.

Jadi ada empat batu turquoise yang masing-masing dimiliki oleh Safira, Qaddri, Husayn dan Hasyim. Keembat batu tersebut dihubungkan dengan ukiran unik yang saling berkait dan terhubung satu sama lain dengan sebuah ikatan runcing yang terbuat dari emas berukir.

Seiriang berlalunya waktu perasaan cinta antara Husayn kepada Safira semakin membuncah, perbedaan derajad sosial tak menghalangi tumbuhnya cinta mereka. Tak hanya Husayn, Qaddri dan Hasyim pun mencintai Safira. Sementara Hasyim mundur teratur, Qaddri meminang Safira. Namun Safira yang telah menautkan hatinya pada Husayn serta merta menolak pinangan Qaddri.

Penolakan Safira ini membuat Youseff , orang tua Safira murka, apalagi ketika diketahui alasan penolakan Safira adalah karena ia mencintai Husyain. Youseff mengusir Husyain beserta keluarganya yang telah berpuluh-puluh tahun tinggal sebagai pelayannya. Namun Safira tetap menolak menikah dengan Qaddri dan Safirapun menarik diri dari dunianya hingga akhirnya kelak menjadi seorang mistikus dan kemudian menghilang tak diketahui keberadaannya.

Kecewa karena terusir dan tak dapat melabuhkan cintanya pada Safira membuat Husayn mengembara sambil terus dibayang-bayangi wajah kekasihnya, hidupnya terlunta-lunta dari menjadi seorang penjaga pintu gerbang Makaresh hingga akhirnya ia bertemu dengan Hasyim yang mengajaknya bergabung dengan menjadi askari, pasukan sukarelawan penjaga keamanan kota. Husyain akhirnya menjadi seorang pahlawan perkasa yang berhasil melawan para penjahat dan penyihir bengis. Pertempuran demi pertempuran harus ia lalui. Baginya semua ini adalah sebuah upaya untuk mengobati kekecewaan dan kesunyiannya semenjak dirinya terpaksa meninggalkan Safira.

Sementara itu hilangnya Safira dimanfaatkan oleh Qaddri yang telah menjadi kepala kampung untuk mengharumkan namanya sendiri dengan menyebar berita bahwa Safira telah ditemukan telah meninggal dunia dan telah ia kuburkan dengan membangun sebuah mouseleum. Berita kematian Safira disampaikan sendiri oleh Qaddri pada Husyain. Namun dalam mimpinya Husyain bertemu dengan Safira dan menyatakan bahwa Qaddrilah yang menyebabkan kematian dirinya. Terpengaruh oleh mimpi tersebut Husyain membulatkan hatinya untuk merengut nyawa Qaddri.

Kisah diatas dalam novel Turquoise karya Titon Rahmawan ini diceritakan oleh seorang pendongeng di kota Makarseh. Diawali dengan kisah ketika Husayn sedang bertarung dengan sekawanan serigala buas di gunung bersalju lalu cerita mundur kebelakang ketika Safira, Husayn, Hasyim dan Qaddri masih anak-anak dan bagaimana persahabatan antara keempat anak ini diikat oleh sebuah batu Turquoise.

Membaca novel romansa heroik dengan setting di Arab/ Timur Tengah yang tersaji dengan kalimat-kalimat yang puitis namun mudah dipahami ini memang bagaikan membaca kisah roman ala seribu satu malam. Tema yang diangkatpun sebenarnya sangat klasik dan umum, yaitu kisah cinta tak sampai karena perbedaan derajat sosial. Namun hal ini menjadi menarik karena kisahnya disajikan dengan setting sebuah negeri fiktif yang mengarahkan pembacanya menuju dunia Arab/Timur Tengah di abad lampau yang eksotis dimana pahlawan-pahlawan gagah perkasa masih mengunakan pedang dalam membela kebenaran.

Walau kisah Turquoise adalah kisah fiktif, Titon Rahmawan tampaknya melakukan riset yang serius dalam penggarapan novelnya ini. Titon melakukan riset untuk setting novelnya ini pada kota Marrakesh di Maroko, di mana segala hal yang berkaitan dengan keberadaan kota tersebut secara riil ia adaptasikan ke dalam novelnya ini, antara lain lapangan atau alun-alun di tengah kota, masjid dengan menaranya yang fenomenal, benteng yang mengelilingi kota, danau buatan, air terjun, gunung berpuncak salju, gurun pasir dll, semuanya itu secara riil benar-benar ada dan mencerminkan keberadaan kota Marrakesh di Maroko.

Bagi yang menyenangi adegan silat, tampaknya novel inipun menyajikan cukup banyak deskripsi pertempuran antara Husayin dan musuh-musuhnya. Bak penulis kisah-kisah silat, adegan pertempuran ini dideskripsikan dengan lincah dan seru sehingga pembaca ikut merasakan bagaimana tegangnya Husayin berhadapan dengan musuh-musuhnya.

Walau Husayn diposisikan sebagai tokoh hero namun penulis tak terjebak untuk menyajikan sosok Husayn sebagai pahlawan tiada bercela, ia pun ternyata tak luput dari kesalahan sehingga membuat tokoh utama novel ini lebih manusiawi dan membumi. Sayangnya deskripsi perasaan cinta antara Husayn dan Safira yang berurai air mata menurut saya terasa begitu berlebihan sehingga merusak keheroan sang Singa dari Kohina dan kemegahan dari kisah ini secara keseluruhan.

Gaya bertutur yang puitis, drama cinta yang kuat, setting yang eksotis, karakter tokoh2nya yang manusiawi, dan serunya kisah-kisah heroik, membuat novel ini bagaikan kisah seribu satu malam yang menarik dan tak membosankan. Hingga lembar terakhir novel ini, pembaca masih terus menduga-duga dimanakah sebenarnya Safira, bagaimana akhir hidup Husayn, dan siapa sesungguhnya jati diri pendongeng yang menceritakan kisah Safira dan Husayn ini. Hal ini tampaknya yang akan menjadi benang merah di sekuel berikutnya. Rencananya kisah sang Singa dari Kohina ini memang akan menjadi sebuah trilogi. Dan kini novel keduanya - masih sedang digarap oleh penulisnya. Diperkirakan pertengahan tahun ini rampung.

Dalam emailnya kepada saya Titon Rahmawan mengungkapkan bahwa novel Turquoise ini terwujud karena rasa keprihatinan atas peperangan yang tidak berketentuan di Irak, dan perseteruan tak ada habisnya antara orang-orang Israel dan Palestina. "Turquoise" adalah simbol yang mewakili itu semua, perbedaan etnis, perbedaan agama, konflik horisontal antara suku atau antar kelas, antara rakyat kebanyakan yang diwakili Husayn dan Hasyim melawan penguasa yang cenderung korup yang diwakili oleh Qadrii dan dewan Zannath.

Mampukah pembaca menangkap apa yang menjadi misi penulisnya? Tentunya masing-masing pembaca memiliki persepsi dan tafsir yang beragam atas novel ini. Yang pasti kehadiran novel ini dengan ‘warna dan rasa’ yang lain dibanding dengan novel-novel lokal lainnya akan memperkaya khazanah sastra kita. Kurnia Efendy dalam endorsmentnya menyetarakan novel ini dengan karya Tariq Ali. Mungkin terlalu dini untuk menyebutkan demikian, namun jika Titon memiliki stamina menulis yang kuat dan mampu mewujudkan triloginya ini dengan lebih baik dibanding novel pertamanya ini, bukan tak mungkin kita kelak akan memiliki penulis yang memang setara dengan Tariq Ali.

@h_tanzil
[Kirim Resensi] [Baca Semua Resensi]

Buku lainnya oleh penerbit - Escaeva
Melihat Jendela Hati - 99 Kisah Keseharian Yang Membuka Hati
Penulis: Mindo
(Escaeva
Rp 36.000   Hemat Rp 7.200   Rp 28.800
Tersipu Merah
Penulis: Sahiri Loing
(Escaeva
Rp 21.500   Hemat Rp 4.300   Rp 17.200
Tembang Bukit Kapur
Penulis: Escaeva
(Escaeva
Rp 36.000   Hemat Rp 7.200   Rp 28.800
Lainnya »
 
 
BUKU SEJENIS
Domitor Leo 6 : Kebangkitan Sang Naga Putih
Penulis: Michie Kushima
(Elex Media Komputindo
Rp 36.800   Hemat Rp 5.520   Rp 31.280
Septimus Heap #3: Physik
Penulis: Angie Sage
(Neo Matahati
Rp 64.000   Hemat Rp 9.600   Rp 54.400
Leena's World Map
Penulis: Kawaguchi Tsukasa
(Shining Rose Media
Rp 50.000   Hemat Rp 7.500   Rp 42.500
Trilogy The Darkest Minds : Never Fade - Takkan Pernah Pudar
Penulis: Alexandra Bracken
(Fantasious
Rp 89.500   Hemat Rp 13.425   Rp 76.075
A Long Long Sleep : Tertidur selama 62 tahun dan terbangun oleh sebuah ciuman
Penulis: Anna Sheehan
(Atria
Rp 53.000   Hemat Rp 7.950   Rp 45.050
  Lainnya »
x

Kosong
Cara Jadi Anggota
Keuntungan Anggota
Cara Belanja
Cara Pembayaran
Cakupan Pengiriman
Biaya Pengiriman
Proses Pengiriman
Hubungi Kami

Tayang: 296 hari lagi
Rp 49.500
Hemat Rp 9.900
Rp 39.600
Kekasih Terbaik ( Edisi TTD )
Buku Promo Lainnya
Buku Populer
Mia Triandhini
sudah 3kali beli buku di bukukita.com . belanjanya...
Mochamad Chapit
Web yang sangat Profesional menjadikan Transaksi b...
Ayu Sukma Wedha Kristyanti
Thank you bukukita... novel2 pesenan aku uda sampe...
 
Tambah Lainnya
Periode Desember 2014
No Undian :
  141967324801
Anggota :
  Arti76
Hadiah Buku yang dipilih:
  Hidroponik Sayuran
No Undian :
  142052318990
Anggota :
  adityadhamma
Hadiah Buku yang dipilih:
  If You Know What Happened in MCI
 
Halaman Depan | Tentang Kami | Kerjasama Penerbit | Buku Baru | Buku Terlaris | Buku Populer | Buku Rekomendasi | Buku Promo | Blog
 Cari Cepat
Kantor Pusat: JL. Topaz Raya C2 No.12 Permata Puri Media, Jakarta Barat.
Layanan Bantuan: 021-33088877, 021-91977730 (Call Only) | SMS : 083870009010 | Fax: 021-58350075 | Hubungi Kami
Jam Layanan: Senin - Jumat: 09.00 WIB - 16.00 WIB | Sabtu: 09.00 WIB - 12.00 WIB (Hari Kerja)
© 2006 - 2014 BukuKita.com - PT.Mitra Online Perkasa
LIHAT VERSI MOBILE