Senin, 01 September 2014
 
User Name
Password
 
Lupa Password
Registrasi Anggota Baru
athie_a
khaliqalmaira
liusha
 Jumlah Anggota : 222579
[+] Buka Semua Kategori
+Agama
+Aksesoris Kado & Parcel
+Anak-Anak
+Bahasa dan Kamus
+Biografi dan Memoar
+Buku Akan Datang
+Buku Import
+Buku Import Spesial
+Buku Import Teknik dan Design
+Buku Murah dan Promo 2014
+Buku Novel
+Buku Sekolah
+Buku Teks
+Busana dan Kecantikan
+CD Pembelajaran Interaktif
+EBook
+Ekonomi dan Manajemen
+Hobi dan Usaha
+Hukum dan Undang-undang
+Humor
+Inspirasi dan Spiritual
+Kesehatan dan Lingkungan
+Komik
+Komputer dan Internet
+Majalah
+Masakan dan Makanan
+Non-Fiksi Lainnya
+Orang Tua dan Keluarga
+Perhotelan dan Pariwisata
+Produk lainnya
+Psikologi dan Pengembangan Diri
+Referensi
+Remaja
+Sains dan Teknologi
+Sastra dan Filsafat
+Sejarah dan Budaya
+Teknik
+Tjersil-Buku Cerita Silat

Tayang: 10 hari lagi

Tayang: 161 hari lagi

Tayang: 4 hari lagi

Tayang: 20 hari lagi
 
Anak-AnakChicklitDrama
FantasiFiksiFilosofi
HororKomediLifestyle
MetropopMistery-ThrillerPerang
PetualanganPolitik-HukumPsikologi
RemajaRoman HarlequinRomance
SamuraiSastraScience Fiction
Sejarah FiksiSosial-BudayaSpiritualitas
SuspenseTeenlit
Display Buku


Rp 32.500
Hemat Rp 4.875
Rp 27.625
Stok Kosong


Tayang: 26 hari lagi


Tayang: 85 hari lagi
 
Maaf, untuk sementara buku ini tidak tersedia.
Judul Iblis Menggugat Tuhan : The Madness of God (Edisi Baru)  
No. ISBN 9793972017 
Penulis Daud Ibrahim Shawni 
Penerbit Dastan Books 
Tanggal terbit September - 2005 
Jumlah Halaman 160 
Berat Buku -
Jenis Cover Softcover 
Dimensi(L x P) 115x170mm
Kategori Filosofi 
Bonus
Text Bahasa Indonesia ·
Lokasi Stok gudang penerbit
Masukkan ke daftar keinginan Masukkan ke Daftar Keinginan   

Baca review buku ini Rekomendasikan buku ini
 
SINOPSIS BUKU - Iblis Menggugat Tuhan : The Madness of God (Edisi Baru)

Kau bilang Adam berdosa gara-gara hasutanku? Kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? Aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan Allah. Mau bagaimana lagi? Tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. Aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri. Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun! Tak ada tempat tersisa di langit dan bumi di mana aku tak menyembah-Nya. Setiap hari aku berkata pada-Nya, "Ya Allah, anak keturunan Adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku, yang mencintai dan memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat menjadi hina dan buruk rupa." Lihatlah segala penderitaan dan kesengsaraan yang telah ditimpakan-Nya atas dunia ini. Lihatlah betapa Monster itu melakukan semuanya hanya untuk menghibur diri! Jika ada yang terlihat murni, dibuat-Nya ternoda! Jika ada yang manis, Dia buat masam! Jika ada yang bernilai, dibuat-Nya jadi sampah! Dia tak lebih dari sekadar Badut dan Pesulap Murahan, Pembohong Gila! Dan kegilaan-Nya masih terus membuatku lebih gila lagi! The Madness of God menjadikan ketergelinciran Iblis, dan dakwaannya kepada Tuhan karena telah "menyesatkannya", sebagai landasan bagi pertanyaan-pertanyaan mengenai kemungkinan kehendak-bebas di hadapan kemahakuasaan Tuhan. Pertanyaan yang berulang kali diajukan adalah: jika Tuhan Mahakuasa, dan tiada sesuatu pun yang dapat terjadi di luar kehendak-Nya, maka bagaimana mungkin makhluk dapat disalahkan karena dosa-dosanya? Seiring dengan bergulirnya cerita, pembaca akan tenggelam dalam keyakinan tentang keesaan, kemahakuasaan, dan keadilan Tuhan. The Madness of God penting dibaca oleh para monoteis yang kritis. Shawni meramu adikaryanya ini dengan gayanya yang amat unik dan khas. Novel ini, terlepas dari judulnya yang provokatif, merupakan usaha Shawni dalam menyelaraskan keimanannya dengan akalnya.


 
 
RESENSI TERKINI - Iblis Menggugat Tuhan : The Madness of God (Edisi Baru)  
Oleh : prayudi, 03 Agustus 2006-12:49:43
Rating
ALKISAH, seorang pendeta bernama Buhairah menarik diri dari gereja dan memutuskan hidup menyepi. Dalam kesendiriannya, dia menenggelamkan diri ke dalam kajian tehadap buku-buku Kristen. Namun upaya itu tak berhasil menghilangkan “kegelisahan” teologisnya.

Suatu saat, di dalam satu buku, Buhairah menemukan sebuah ramalan. Tentang tanda kenabian yang akan dilihatnya pada punggung seorang bocah kecil. Sebagaimana tercatat dalam sejarah Islam klasik, pada akhirnya Buhairah menemukan tanda kenabian itu di punggung muhamad SAW, yang kelak diangkat menjadi Rasul Allah.

Berangkat dari momentum pertemuan antara Buhairah dan Muhammad, Al Shawni memulai kisahnya. Tokoh Buhairah yang digambarkan sedang mengalami skeptisisme personal terhadap keesaan Tuhan diajak Rasulullah. Dia dibawa ke sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian, yang hanya diterangi kerlip dan redupnya bintang.

Di kesunyian itu, Buhairah mengalami komunikasi trsnsendental dengan sosok makhluk gaib yang tak lain adalah iblis. Mulai dari titik ini, pengarang menunjukkan “keliaran” imajinasi untuk meruncingkan konflik di dalam “tubuh” novelnya. Dengan teknik dan langgam penggisahan yang unik, Al-Shawni mendeskripsikan egosentrisme iblis.

Ketika pendeta Buhairah mempertanyakan latar belakang kesombongan iblis yang menolak sujud pada Adam, pengarang memanfaatkan moen itu untuk merumukan dalil-dalil filosofis dalam rangka menarasikan penggugatan iblis. Jelas sekali, Al-Shawni hendak menggelindingkan diskursus baru tentang riwayat pembangkangan iblis yang menolak sujud pada Adam.

Menurut Al-Shawni, penolakan iblis, yang kelak menjadi sebab keterkutukannya, bukan karena latar belakang ontologism. Bahwa iblis diciptakan dari api, sementara Adam hanya diciptakan dari tanah, sebagaimana penafsiran konvensional. Namun justru karena eksistensi Adam adalah pencerminan dosa-dosa iblis. Jadi, mana mungkin iblis mau bersujud pada cermin yang memantulkan buruk rupa wajahnya sendiri?

Bagi khalayak pembaca umum, membaca karya sastra adalah “menikmatinya”, bukannya menggali aspek-aspek kebenaran epistemologisnya. Jika pada paragraf-paragraf awal sebuah novel pembaca tak berhasil “meraih” kenikmatan dengan gambang mereka akan menutupnya.

Tetapi, sebagaimana diusung oleh Al-Shawni di dalam buku ini, barangkali membaca sastra tak cukup kalau sekedar menikmati. Pembaca perlu pemahaman yang intens, penafsiran kritis, dan yang lebih penting adalah penyingkapan misteri kebenaran epistemologis karya sastra sampai ceruk paling dalam.

Dalam buku ini, Al- Shawni seperti sedang mendadani karakter bejat iblis dengan jubah kebesaran filsuf yang penuh aura kearifan dan kejeniusan. Ia berhasil menggunakan metode adab al-jadl. Metode ini semacam kode etik berpolemik di kalangan pemikir muslim Abad Pertengahan, seperti muncul pada debat Buhairah dengan iblis.

Rentang panjang durasi konflik yang “meresahkan” itu, jika tak dilihat dengan ketajaman intuisi, bisa jadi akan melahirkan pembelaan atau bahkan pemenangan argumentasi iblis. Di sini, Al-Shawni tak hanya “menghidangkan” preposisi-preposisi logis untuk mendeklarasikan penggugatan iblis. Ia juga memperkuat argumentasi rasional dengan “meraih” metafora-metafora yang memukau dan sesekali mengejutkan.

Ketika Buhairah berupaya menyudutkan identitas iblis dengan stigma determinime kutukan Tuhan, dengan lihai Al-Shawni membela iblis. Caranya dengan menceritakan kisah Nabi Sulaiman yang sedang murka karena dikhianati burung bulbul, sahabatnya. Burung itu diperingatkan agar jangan menemui Sulaiman dulu, sebab emosi raja sedang memuncak.

Dikabarkan, Sulaiman berniat membunuh burung bulbul. Tapi, anehnya, bulbul bukannya takut pada ancaman sang raja. Bulbul justru bercicit kegirangan penuh suka cita. Riwayat Sualaiman dan burung bulbul ini, menurut Shawni, relevan dengan problem kemurkaan Tuhan pada iblis. Artinya, kemurkaan Tuhan pada iblis justru merupakan pertanda kedalaman cinta Tuhan kepadanya.

Dengan kata lain, dilaknati atau dimuliakan oleh Tuhan sudah tak berarti apa-apa lagi bagi iblis. Sebab esensinya adalah kadar kedekatan Tuhan dengannya. Sehingga kutukan pun dapat berubah menjadi berkah. Membaca “kenakalan” pikiran novelis ini, terasa Al-Shawni tak sekedar menggugat dogma keterkutukan iblis.

Novel ini, jika tidak dibaca hati-hati, sangat berpotensi “menggoda” pikiran pembaca untuk membela bahkan memenangkan gugatan iblis.
[Kirim Resensi] [Baca Semua Resensi]

Buku lainnya oleh penerbit - Dastan Books
Glitter Baby : Pencarian Sang Bintang
Penulis: Susan Elizabeth Phillips
(Dastan Books
Rp 65.000   Hemat Rp 13.000   Rp 52.000
Material Girl - Putri Sang Jutawan
Penulis: Julia LondonJulia
(Dastan Books
Rp 65.000   Hemat Rp 13.000   Rp 52.000
The Outlaw and the Lady - Kekasih Sang Buronan
Penulis: Lorraine Heath
(Dastan Books
Rp 57.500   Hemat Rp 11.500   Rp 46.000
Lainnya »
 
 
BUKU SEJENIS
Legenda Pak Tua Tiow
Penulis: Suchitra Onkom
(Karaniya
Rp 20.000   Hemat Rp 3.000   Rp 17.000
ALMUSTAFA
Penulis: Kahlil Gibran
(Bentang Pustaka
Rp 27.000   Hemat Rp 4.050   Rp 22.950
Diary Pramugari : Seks, Cinta & Kehidupan
Penulis: Agung Webe
(Pohon Cahaya
Rp 45.000   Hemat Rp 6.750   Rp 38.250
Semesta Sabda: Sebuah Novel Filsafat
Penulis: Fauz Noor
(Lkis
Rp 91.000   Hemat Rp 13.650   Rp 77.350
Ranah 3 Warna (Buku ke-2 dari trilogi Negeri 5 Menara)
Penulis: Ahmad Fuadi
(Gramedia Pustaka Utama
Rp 78.000   Hemat Rp 12.480   Rp 65.520
  Lainnya »
x

3 buku
[ Proses ]
Cara Jadi Anggota
Keuntungan Anggota
Cara Belanja
Cara Pembayaran
Cakupan Pengiriman
Biaya Pengiriman
Proses Pengiriman
Hubungi Kami

Tayang: 112 hari lagi
Rp 69.000
Hemat Rp 10.350
Rp 58.650
The Naked Traveler: 1 Year Round The World Trip Part 1 (Pre Order)
Buku Promo Lainnya
Buku Populer
Erna Herawati
Pertama kali beli online,pilihan jatuh di buku kit...
M. Ikhsan Ibrahim
bukukita emang top deh, respon cepat. kalo ada mas...
Egi Sohiban Adinata
alhamdulillah, ini pembelian pertama saya di bukuk...
 
Tambah Lainnya
Periode Juli 2014
No Undian :
  140531800901
Anggota :
  andifimanfauzi
Hadiah Buku yang dipilih:
  Mudah Shalat Tahajud
No Undian :
  140746897739
Anggota :
  primadani
Hadiah Buku yang dipilih:
  Jogja After Sunset
 
Halaman Depan | Tentang Kami | Kerjasama Penerbit | Buku Baru | Buku Terlaris | Buku Populer | Buku Rekomendasi | Buku Promo | Blog
 Cari Cepat
Takdir Cinta
Rp 35.000
Hemat Rp 5.250
Rp 29.750
Janji Suci
Rp 32.500
Hemat Rp 4.875
Rp 27.625
Haruskah Terpisah?
Rp 35.000
Hemat Rp 5.250
Rp 29.750
Ayah Menyayangi Tanpa Akhir
Rp 55.000
Hemat Rp 8.250
Rp 46.750
Judul Selanjutnya
Cari Berdasarkan:
 

Kantor Pusat: JL. Topaz Raya C2 No.12 Permata Puri Media, Jakarta Barat.
Layanan Bantuan: 021-33088877, 021-91977730 (Call Only) | SMS : 083870009010 | Fax: 021-58350075 | Hubungi Kami
Jam Layanan: Senin - Jumat: 09.00 WIB - 16.00 WIB | Sabtu: 09.00 WIB - 12.00 WIB (Hari Kerja)
© 2006 - 2014 BukuKita.com - PT.Mitra Online Perkasa
LIHAT VERSI MOBILE