Septimus Heap #2: Flyte

  • Cover Septimus Heap #2: Flyte
Rp 64.500
Hemat Rp 9.675
Rp 54.825
Judul
Septimus Heap #2: Flyte  
No. ISBN
9791141215
Penulis
Penerbit
Tanggal terbit
April - 2008
Jumlah Halaman
-
Berat Buku
500 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
140x180mm
Kategori
Fantasi
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya


Ada pengkhianat di keluarga Heap. Dia menculik Jenna, dan berusaha agar Kuasa Jahat kembali ke Kastil. Sebuah rencana jahat yang melibatkan DomDaniel—si Necromancer yang seharusnya sudah membusuk di Rawa-Rawa Marram. Septimus mengetahui hal ini, tetapi hanya Nicko yang memercayainya. Tanpa bantuan orang dewasa, mereka berhadapan dengan si penculik yang ternyata memiliki Flyte—sebuah jimat yang telah lama hilang. *** "Perhatian: Buku ini memiliki kekuatan Magykal yang akan membuat siapa pun yang membuka dan mulai membaca halaman pertamanya, akan terpacu untuk membaca terus dan terus.... hingga halaman terakhir!" — Jonathan Lesmana, Direktur Produksi Megindo "Dunia sihir kembali terguncang dengan kehadiran sang Necromancer yang jahat, licik dan penuh intrik. Selami kehidupan rawa-rawa yang tenang di permukaan, bergejolak di dalam. Siapkah anda terhisap dalam jalinan cerita dibalik Lumpur Isap yang siap melahap segala yang melintas di atasnya? Flyte membawa anda pada 'dunia lain' yang tak terbayangkan sebelumnya." — Kusnandar, Editor-in-chief Cool and Smart Magazine

REVIEW Septimus Heap #2: Flyte

Oleh : jia, 26 Apr 2008-10:07:43

Rating
Bocah 412 kembali! Dia menyandang nama baru; Septimus Heap. Anak ketujuh dari anak ketujuh keluarga penyihir yang tidak begitu berbakat menggunakan Magyk.

Rasanya saya tak sabar menanti edisi kedua dari buku yang ditulis oleh Angie Sage ini. Buku yang diklaim oleh Kirkus Review sebagai buku yang harus membuat Harry Potter hati-hati ini memang menawan hati yang sedang pilu.

Satu tahun berlalu sejak Jenna, Sep dan Nicko menemukan kapal naga di Rawa-rawa Bibi Zelda. Kini, Jenna berlatih untuk menjadi ratu baru sementara Septimus Heap menjadi murid Marcia Overstead, si Penyihir Luar Biasa yang sedikit pemarah.

Marcia dibayang-bayangi bayangan jahat. Maka ia harus membuat penangkalbayangan agar bayangan itu bisa hancur. Sementara itu, salah satu keluarga Heap datang dari kegelapan dan menculik Jenna. Ternyata, DomDaniel belum mati dan (tentunya) berencana balas dendam dan ingin kembali tampuk kepemimpinan dengan menyingkirkan Penyihir Luar Biasa dan sang Ratu Kecil.

Kakak Heap yang membelot ini mengangkat dirinya sendiri sebagai murid DomDaniel dan diserahi tugas menculik Ratu Kecil dan mengumpankannya kepada magog, makhluk menjijikkan peliharaan DomDaniel. Oke, saya sebutkan saja namanya. Simon Heap, anak tertua Silas dan Sarah ini memang sebal sekali pada Septimus. Bagaimana tidak? Sejak kecil Simon terobsesi menjadi penyihir paling keren dan jagoan, jadi murid Penyihir Luar Biasa, dan tak menutup kemungkinan, di kemudian hari iapun akan menjadi Penyihir Luar Biasa.

Tapi, kehadiran Septimus Heap entah dari mana membuat semua mimpinya buyar. Ia tak percaya bahwa bocah 412 mantan Laskar Pemuda itu adalah adiknya. Dia dendam dan memilih jalan kegelapan.

Sementara itu, Jenna diculik saat Perayaan Musim Panas; Saat para Ratu harus pergi ke Pondok Penjaga untuk mengunjungi Kapal Naga. Septimus sudah memperingatkan Marcia bahwa Jenna diculik, namun wanita itu tak percaya dan menganggap Simon akan mengembalikan Jenna dengan selamat. Akhirnya, tanpa bantuan orang dewasa, Septimus pergi mencari Jenna.

***

Yah memang, kalo membandingkannya dengan Harry Potter yang penuh konflik, atau Trilogi Bartimaeus yang penuh intrik, cerita Angie Sage ini memang cukup sederhana. Di beberapa bagian bahkan kita sudah bisa menebak jalan ceritanya. Maklum, mungkin karena ditujukan pada anak-anak yang lebih muda dari Harry.

Tapi yaa…buku ini cukup seru sih. Terjemahannya juga asik. Berasa kocak aja walaupun kamu enggak tertawa. Bukunya cukub turnable, dan rekor! Ini buku pertama saya setelah berbulan-bulan yang bisa diselesaikan dalam waktu dua hari saja.

Saya membacanya di bis, membacanya sambil berdiri di bawah lampu jalan di halte seberang Ratu Plaza sambil menantikan bis patas AC 143 yang tak kunjung datang setelah satu seperempat jam.

Selamat membaca!

Jia

Buku lainnya oleh penulis - Angie Sage »

Buku Sejenis Lainnya »