Display Buku
TeenLit : Omen 2 - Tujuh Lukisan Horor
 
Rp 68.000
Hemat Rp 3.400
Rp 64.600

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari welapermata
 
  16 Sep 2014 - 14:23:40

Isi Resensi :
Tujuh Lukisan Horor


Semua berawal ketika Valeria menempelkan sebuah penawaran di papan mading. Penawaran itu adalah penawaran bagi siapa saja yang tidak bisa memecahkan misteri, bisa menghubungi duo G&G . Kelakuan Valeria ini di ketahui oleh Bu Rita (kepala sekolah SMA Harapan Nusantara), maka dari itu, dia dan Erika di panggil untuk menemui Bu Rita. Bukannya di marahi, mereka malah di suruh memecahkan sebuah misteri lagi. Ternyata, Bu Rita menerima surat teror yang mengatakan bahwa algojo tujuh lukisan horor akan keluar dari lukisan untuk menghukum para penjahat tragedi tahun lalu dengan cara yang sudah di tentukan (sesuai gambar yang ada di lukisan). Tujuh lukisan horor itu adalah milik Rima Hujan, yang akan di pamerkan. Menurut informasi yang di dapatkan Valerian dan Erika, tragedi tahun lalu yaitu: meninggalnya Reva karena jatuh ke kolam yang sedang di kuras, Andra bersama beberapa geng motor mencuri uang amal yang berada di ruangan kepala sekolah, dan Indah meninggal karena gantung diri. Menurut Pak Rufus (Guru BP yang sering banget menceramahi Erika), ketiga kejadian tersebut saling berkaitan. Pameran Lukisan pun tiba, dan ternyata lukisan Rima ada yang mengubahnya lagi. Yang semula hanya bentuk abstrak, kini terlihat nyata. Mereka takut, lukisan itu akan menjadi nyata. Mengingat lukisan Rima sering menjadi kenyataan. Val dan Leslie segera menghampiri Pak Rufus dan melaporkan apa yang mereka lihat tadi. Pak Rufus tentu saja tercengang. Lalu, mereka bertiga berjalan menuju ruangan Bu Rita untuk melaporkan kejadian ini. Di tengah perjalanan, Erika, Viktor, serta Amir muncul dan ikut bersama mereka. Begitu pintu ruangan Bu Rita di buka, semuanya kembali di buat tercengang. Ruangan itu porak-poranda. Seperti di ruangan yang tadi di temui Val, ruangan Bu Rita juga terdapat darah yang berceceran dimana-mana. Di dindingnya, terdapat lukisan horor kedua. Lukisan itu menggambarkan seseorang dengan rambut sarang tawonnya terkapar di meja kerja dengan tangan hampir putus. Sosok itu begitu mirip dengan Bu Rita. Lalu, mereka memilih keluar. Daniel, Welly, serta Amir memberondongi mereka dengan berbagai pertanyaan. Erika tidak menjawabnya, tetapi malah balik mengintrogasi mereka bertiga. Karena Erika tahu, mereka bertiga pasti tahu sesuatu hal menyangkut tragedi tahun lalu. Dan benar saja, Daniel mengaku bahwa dirinya mengira kejadian Reva bukan kecelakaan, melainkan ada seseorang yang sengaja mendorongnya. Selain itu, alasan Andra mencuri uang amal itu bukan di suruh Indah, melainkan untuk bisa memenangkan permainan poker bersama Daniel, Welly, Amir, Chalina, serta Gordon. Suatu malam, Val dan Erika memutuskan untuk pergi ke sekolah guna mengetahui siapa yang mengubah lukisan-lukisan Rima. Di bantu oleh chuck (tukang becak langganan Erika), malam itu mereka bisa sampai dengan selamat di sekolah. Dengan hati-hati, mereka berjalan menuju ruang kesenian. Sesampainya disana, mereka melihat sesosok algojo bertubuh besar siap mengayunkan parangnya ke tubuh seorang cowok yang terkapar tak sadarkan diri. Keesokan paginya, mereka di kejutkan oleh 3 lukisan horor yang terpajang di lapangan basket sekolah. Val, Erika, dan Rima memutuskan untuk mencari Daniel, Welly, serta Amir. Tak disangka, Viktor dan Leslie sudah berada di sekolahnya. Erika langsung meminta bantuan mereka untuk mencari keberadaan ketiga temannya itu. Tiba-tiba, Rima ingin mengambil kuncinya yang ketinggalan di ruang kesenian. Val menemani Rima, mengingat gadis itu adalah korban terakhir dari lukisan horor. Namun di luar dugaan, mereka malah terkunci di ruang kesenian. Di dalam ruangan itu, terdapat algojo yang sedang menatap Val dari balik topeng musang berbulunya. Ketika Val kembali mengarahkan pandangannya ke depan, sesosok algojo lain sedang berjaga-jaga di belakang Rima. Mereka terjebak. ~ Seri Omen yang kedua ini lebih menegangkan dari sebelumnya! Pasti penasaran dong, siapa sebenarnya dalang dari misteri kedua ini? Makanya, di beli bukunya ya.. hahaha! Curcol dikit, gapapa kan? Aku sedikit kewalahan pas resensi buku ini. Soalnya aku udah lupa alurnya gimana dan otomatis aku harus buka novelnya lagi, nyari point-pointnya. Ribet emang, soalnya buku ini lebih tebal dari Omen pertama. Tapi gak sia-sia deh, akhirnya resensi ini jadi juga hahaha. Disini muncul tokoh baru yaitu Leslie Gunawan, sahabat Viktor Yamada. Aku jelasin dikit ya, tentang mereka berdua ini. Jadi, Leslie atau yang sering di panggil Les ini adalah seorang montir di sebuah bengkel, namanya Bengkel Gila. Cowok ini ternyata suka sama Valeria! Begitupun dengan gadis itu. Valeria ini adalah gadis yang berpenampilan cupu. Eits! Tapi itu cuman nyamar lho, kenapa? Baca aja ya bukunya! Val juga jago bela diri. Kalau Viktor Yamada, dia ini mantan tukang ojek Erika. Masih ingat dengan si tukang ojek high-class garis miring cogan di Omen #1? Nah, ternyata dia itu seorang jutawan. Dan sekarang Vik adalah pacar Erika! Seperti di Omen sebelumnya, kak Lexie disini juga menyisipkan bumbu romance diantara Valeria dan Leslie. Kekurangan buku ini cuman satu (menurut aku), lagi-lagi kertasnya pake kertas buram. Ya sudahlah, setidaknya bahan kertas ini gak mengurangi rasa penasaranku. Di jamin deh, pas baca, kalian gak akan mau ngelepasin buku ini sebelum sampai di halaman terakhir! Makanya, aku merekomendasikan untuk membeli buku ini serta seri-serinya.
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+0 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]