Display Buku
Bulan Merah
 
Rp 49.000
Hemat Rp 7.350
Rp 41.650

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari puspa
 
  29 Mei 2015 - 23:58:32

Isi Resensi :
Para Pembawa Pesan Rahasia


Keroncong, musik adaptasi dari bangsa Spanyol ini pernah menjadi salah satu musik favorit masyarakat nusantara. Pertunjukannya laris dan banyak dinanti-nantikan. Kelompok musik keroncong juga bertumbuhan, termasuk di Jawa Tengah seperti Semarang dan Surakarta. Siapa nyana, pertunjukan musik keroncong ini pernah menjadi sarana untuk menyebarkan pesan rahasia. Dan kelompok pembawa pesan yang legendaris itu bernama Bulan Darah. Kisah heroik para musisi keroncong dalam membantu pejuang menyebarkan pesan rahasia ini diulik oleh Bre dan kakeknya. Kakeknya yang pandai bernyanyi keroncong menceritakannya tentang sebuah kelompok yang terlupakan dalam perjuangan nasional. Bulan Merah, namanya. Kelompok musik keroncong ini lahir di tangan Bumi dan Siti. Keduanya adalah anak kawan Rawi, seorang pemimpin kelompok keroncong yang tersohor. Setelah ia wafat, ia mewariskan alat musiknya kepada kedua anak yang telah beranjak dewasa tersebut. Oleh karena kedua orang tuanya tewas oleh kolonial, dalam diri Bumi muncul idealisme untuk membantu perjuangan nasional. Ia mengumpulkan satu demi satu anggota perkumpulannya dan menggubah lagu yang mengandung pesan-pesan rahasia. Lama-kelamaan Bulan Darah menjadi kelompok yang kehadirannya misterius dan sulit ditebak sehingga bertahun-tahun Belanda tidak mampu menangkapnya tanpa bukti. Bagaimana riwayat Bulan Darah? Rasanya belum ada buku yang mengupas tentang musik keroncong. Padahal Indonesia memiliki banyak penyanyi keroncong yang berkualitas seperti Gesang, Waljinah dan Moes Mulyadi. Bahkan lagu Gesang bertajuk Bengawan Solo banyak disukai bangsa Jepang. Dalam buku ini kita bisa belajar banyak tentang musik keroncong, seperti istilah voorspel dan tussenspel yang merujuk pada iringan musik pembuka dan jeda lagu. Nyawa lagu ini berasal dari flute dan biola yang menuntun melodi. Ada juga ukulele yang menjadi elemen utama keroncong. Jika empat dawainya dipetik secara beruntung akan terdengar bunyi crong. Selain itu masih ada alat musik gitar, kontrabas, cello petik, dan kendang. Deskripsi alat musik keroncong dan fungsinya ini dibahas secara detail sehingga pembaca bisa membayangkan bagaimana alat musik tersebut dimainkan dan suara yang dihasilkan. Sayangnya meski berkisah tentang Bulan Darah dan perjuangannya menyebarkan pesan melalui musik keroncong, contoh-contoh syair yang mengandung pesan rahasia tersebut kurang banyak diulas dalam buku. Pesan rahasia dan untuk siapa pesan tersebut juga kurang banyak disorot. Padahal tentu akan lebih seru jika membahas lebih detail karakter tiap-tiap musisi dalam cerita ini dan bagaimana Bumi menggubah pesan menjadi syair yang akan dinyanyikan Siti.
Rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]

[Kirim]