Soegija, Catatan Harian Seorang Pejuang Kemanusiaan

  • Cover Soegija, Catatan Harian Seorang Pejuang Kemanusiaan
Rp 80.000
Hemat Rp 12.000
Rp 68.000
Judul
Soegija, Catatan Harian Seorang Pejuang Kemanusiaan  
No. ISBN
9786028174817
Penerbit
Tanggal terbit
Juni - 2012
Jumlah Halaman
553
Berat Buku
500 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Memoar
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

"Dengan membaca buku harian ini maka kita sesungguhnya membaca sejarah besar dari kerja kepemimpinan yang berbasis pada suatu nilai sederhana. Sederhana namun sangat prinsipiil, yakni pelayanan. Nilai pelayanan menjadi nilai keutamaan dalam kepemimpinan".
- Garin Nugroho, sutradara.


Ketika itu, situasi politik Republik Indonesia laksana merangkak di bawah moncong senapan dan bernapas di anatar kepungan asap mesiu. Rakyat mengungsi mencari tempat yang aman, karena pasukan BElanda tak henti-hentinya mematikan pergerakan laskar dan tentara Merah Putih. Wajah miris pergolakan pasca kemerdekaan hingga agresi militer Belanda ke-2 itu terekam dalam catatan harian Soegijapranata, Uskup pertama pribumi di Indonesia. Dalam guratan penanya, Soegija yang akrab disapa Romo Kandjeng (RK) secara rinci menulis semua yang ia saksikan, alami, dan lakukan setiap harinya. Sebagai tokoh agama Katolik, ia berada di tegah-tengah pengungsi yang mayoritas berasal dari keyakinan yang berbeda.

Misi pelayanan untuk kemanusiaan ia utamakan. Segalanya tanpa pamrih. Semangat nasionalismenya ibarat api abadi. Keinginannya untuk ikut mengusir penjajah, ia tegaskan dengan langkah diplomatis. Tak jarang, ia bertukar pikiran dengan para tokoh pergerakan nasional seperti Soekarno, Hatta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX hingga I.J. Kasimo. Muncullah kekaguman Sukarno terhadap semangat juang Soegija. Ia pun menghadiahkan sebuah lukisan Heilige Maagd karya pelukis Italia termasyur kepada Soegija sebagai wujud apresiasinya.

Kumpulan catatan harian ini merangkum aktivitas Soegija sejah 13 Februari 1947 - 17 Agustus 1949. Mungkin di sini, sulit bagi kita untuk mengenali secara kasat mata siapa-siapa saja yang bersinggungan dengan kehidupan Soegija, namun kita bisa meresapi ketulusan Soegija menjadi pelayan bagi siapa pun, khususnya bagi wong cilik.



REVIEW Soegija, Catatan Harian Seorang Pejuang Kemanusiaan

Buku Sejenis Lainnya »