Tokyo - Falling (Buku_Rekomendasi)

  • Cover Tokyo - Falling   (Buku_Rekomendasi)
  • Cover
Rp 53.000
Hemat Rp 7.950
Rp 45.050
Judul
Tokyo - Falling (Buku_Rekomendasi)  
No. ISBN
789797806637
Penerbit
Tanggal terbit
Oktober - 2013
Jumlah Halaman
348
Berat Buku
500 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Romance
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

Pembaca tersayang,

Musim panas di Tokyo selalu memiliki banyak warna. Sefryana Khairil, penulis Sweet Nothings dan Coba Tunjuk Satu Bintang, mengajak kita berkeliling di Negeri Sakura bersama dua wartawan bernama Thalia dan Tora.

Keduanya dipertemukan oleh sebuah lensa. Lalu, Danau Shinobazu membuka mata keduanya, tentang bahwa kenyataan sering sekali berbeda dengan asumsi mereka pada awalnya. Thalia dan Tora berbagi tawa dan saling menyembuhkan. Hingga mereka sama-sama ragu, benarkah semuanya hanya sekadar kebetulan? Ataukah ini adalah satu dari misteri Ilahi yang belum mereka temukan jawabannya?

Setiap tempat punya cerita.
Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari Negeri Timur yang sarat akan aroma lembut bunga sakura.

Enjoy the journey,
EDITOR



REVIEW Tokyo - Falling (Buku_Rekomendasi)

Oleh : dikanurul, 09 Desember 2013-14:32:03

Rating
Takdir bukan berdiam diri saja, ia tengah menunggu kita memainkan ceritanya.
Berlatar musim panas, dua wartawan bernama Thalia dan Tora bertemu secara tidak sengaja di Tokyo. Di tengah pekerjaan mereka meliput acara pembukaan International Fashion Fair di Tokyo Big Sight, gedung convention center yang menjadi ikon kota Tokyo.
Thalia yang sedang memasang lensa telephoto-nya tertabrak Tora dari belakang hingga lensa itu jatuh tanpa sempat tertangkap. Lensa itu retak dan baru bisa diperbaiki selama kurang lebih dua minggu saat mereka membawanya ke Canon Plaza yang berada di Ginza.
Perdebatan pun tak terelakkan. Thalia yang ngotot menginginkan lensa yang sama untuk melanjutkan pekerjaannya selama di Jepang, dan Tora yang memilih untuk membelikan lensa baru kepada Thalia dengan spesifikasi berbeda agar masalah mereka cepat selesai. Akhirnya, sebuah ide menjadi jalan tengah mereka berdua, yaitu bergantian menggunakan kamera milik Tora selama meliput acara dengan mengatur jadwal mereka.
Dari sinilah, waktu dua minggu yang sama-sama mereka miliki menjadi waktu yang menentukan bagi mereka. Mengerjakan liputan bersama seharian penuh, berbagi rahasia, dan menemukan masalah percintaan masing-masing yang ternyata sama—belum bisa move on dari mantan kekasih. Thalia, masih bertanya-tanya apakah Dean memiliki perasaan padanya seperti setahun yang lalu dengan munculnya hadiah gaun Zara dan sepatu Marie Claire, serta banyak lagi kejutan darinya. Tora, masih berusaha mencari kepastian hubungannya dengan Hana yang memutuskannya beberapa waktu lalu.
Pencarian itu membuat keduanya menjadi sandaran masing-masing. Pencarian yang menuntun mereka kembali pada partner kerja liputan. Pencarian yang akhirnya membuat mereka sama-sama ragu, benarkah semuanya hanya sekadar kebetulan saat perasaan nyaman itu datang dan kesadaran bahwa di sela tawa mereka saling menyembuhkan?
Buku ini merupakan proyek terakhir bertema STPC(Setiap Tempat Punya Cerita) kolaborasi Gagasmedia & Bukune. Antara buku yang satu dengan buku lainnya tidak memiliki keterkaitan cerita, namun memiliki latar yang sama, yaitu kota-kota besar di dunia.
Jika dilihat dari covernya, manis adalah kata pertama yang muncul dalam pikiran saya. Akan tetapi setelah menyelesaikan novel ini, alangkah baiknya jika pilihan warna sesuai dengan musim panas ataupun warna-warna yang identik dengan festival musim panas di Jepang. Sedangkan pink, menurut saya sangat menginterpretasikan musim semi di Jepang, yang tak lain dan tak bukan adalah bunga Sakura. Bonus kartu pos di dalamnya juga agak disayangkan. Saya menginginkan suasana ramainya festival Jepang di negara asalnya itu, karena memang latar di novel ini serba festival, bukan pemandangan bunga Sakura di Taman Uyeno(atau Ueno?), Tokyo.
Sekilas, kita akan merasakan alur ending yang sama dengan novel-novel setipe yang sudah diterbitkan sebelumnya. Ambil saja contoh Infinitely Yours karya Orizuka yang berlatar Korea, ataupun You are My Sunshine karya Prisca Pricillia yang menampilkan tokoh laki-laki Jepang. Bagi sebagian orang mungkin sudah bisa menebak bagaimana akhir dari novel ini dan sebagian orang akan merasa geregetan dengan sikap Tora yang memang bikin mencak-mencak dalam hati. Anda termasuk dalam kategori yang mana? Silakan baca dan tentukan pilihan Anda sendiri.
3.5 bintang saya berikan untuk novel ini. Keindahan kota Tokyo dengan segala detilnya yang ada membuat isi novel ini sangat menarik. Selain memang saya menyukai Jepang, latar yang ditampilkan benar-benar menggugah keinginan pembaca untuk mencoba Daikanransha ataupun sekadar duduk-duduk di taman Ueno menikmati angin semilir.

Novel ini mengingatkan kita tentang artinya berusaha, berani mengambil kesempatan dan memutuskan pilihan. Semua tidak akan berjalan baik, kalau saja yang kita lakukan hanya melarikan diri, takut dan menjadi pengecut.

Buku lainnya oleh penulis - Sefryana Khairil »

Buku lainnya oleh penerbit - GagasMedia »

Buku Sejenis Lainnya »