Dua Belas Pendar Bintang

  • Cover Dua Belas Pendar Bintang
  • Cover Dua Belas Pendar Bintang
Rp 33.000
Hemat Rp 4.950
Rp 28.050
Judul
Dua Belas Pendar Bintang  
No. ISBN
9792224483
Tanggal terbit
Oktober - 2006
Jumlah Halaman
-
Berat Buku
-
Jenis Cover
-
Dimensi(L x P)
135x200mm
Kategori
Teenlit
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya


Seorang putri rupawan. Menatap kerlip bintang tak berjumlah. Lalu berkata perlahan pada ayahandanya, "Seorang pangeran datang dalam mimpiku, Ayah... Dia membawa lima belas pendar bintang. Dipersembahkannya untukku. Tak terkata indahnya. Ditukarkannya dengan hatiku. Dan aku ditinggalkannya kini." "Ah... itu hanya mimpi, anakku...," hibur Baginda. "Tapi hatiku telah raib. Bagaimana menemukannya, Ayah?" Mata sang putri berkaca-kaca. "Takkan pernah aku bisa tersenyum tanpa memiliki hati..." Baginda menghela napas berat. Tak tahu lagi apa yang dapat dikata. Aih, Pangeran negeri khayal. Teganya kau culik hati putri naifku... Ke mana harus kucari lima belas kerlip bintang untuknya? Waktu boleh terus berjalan. Tapi penggalan dongeng Lima Belas Pendar Bintang yang diciptakan Bunda tetap menjadi obsesi Selma. Tak pernah ia berhenti berharap, hidupnya yang biasa-biasa saja akan menjadi seindah dongeng. Lebih gilanya lagi, Selma benar-benar serius menunggu seorang pangeran muncul dalam hidupnya untuk mempersembahkan lima belas kerlip bintang untuknya. Harapan akhirnya menghampiri Selma melalui dua cowok. Lewi, cowok serius ketua OSIS, kakak kelas Selma yang sempurna. Dan Ruffian, cowok badung yang tergila-gila padanya namun dibenci setengah mati oleh Selma. Lalu, ketika lima belas pendar bintang menjadi syarat, siapakah yang mampu memetik dan mempersembahkannya untuk Selma? Atau... haruskah Selma belajar menerima kenyataan pahit bahwa hidup takkan pernah bisa seindah dongeng?

REVIEW Dua Belas Pendar Bintang

Oleh : lil_pixie, 30 Juni 2007-11:09:31

Rating
Novel yang diangkat dari cerpen penulisnya ini adalah satu dari sedikit teenlit yang saya baca. Resensi di bagian belakang novel lumayan menarik sehingga saya meminjam novel ini dari seorang teman.

Dari segi sampul, terkesan cukup manis. Menggambarkan sang tokoh utama yang terlihat sedang meniup pendar bintang. Cukup menggambarkan apa isi dari novel tersebut.

Tokoh utama bernama Selma, seorang remaja perempuan yang terus mengingat dongeng yang diceritakan oleh Bunda saat ia masih kecil. Di mana hati seorang Putri telah tercuri oleh Pangeran yang memberinya lima belas pendar bintang sebagai ganti hati sang Putri.

Selma menganalogikan Putri itu sebagai dirinya, dan sang Pangeran adalah seseorang yang ditakdirkan akan bersamanya suatu saat kelak. Berdasarkan dongeng itu, ia memberi satu syarat bagi orang yang ingin mendekatinya, mempersembahkan lima belas pendar bintang baginya.

Semakin beranjak dewasa, Selma ditertawakan karena masih mempertahankan dongeng itu. Banyak orang menyarankan Selma untuk melupakan dongeng yang terkesan terlalu indah dan tidak akan terwujud di kehidupan nyata.

Hidup berpihak pada Selma ketika ia bertemu Lewi. Selma seakan menemukan Pangeran itu dalam sosok kakak kelasnya yang disebut-sebut sebagai salah satu cowok most-wanted di kalangan cewek-cewek. Lewi adalah cowok idaman cewek-cewek di sekolah Selma. Ketua OSIS, pintar, baik, ganteng, intinya..perfect! Tak ayal Selma jatuh hati pada Lewi.

Ruffian, seorang cowok yang berusaha menjadi Pangeran bagi sang Putri, tapi selalu ditolak oleh Selma. Sementara Ruffian begitu menyayangi Selma, Selma malah berlaku sebaliknya. Sikap Selma bukanlah tidak beralasan, pasalnya dulu Ruffian pernah menertawakan dongeng yang selalu dipercaya oleh Selma. Sejak saat itu Selma membenci Ruffian dengan segenap hatinya karena menganggap Ruffian tidak peka dan berbuat seenaknya.

Ending yang disuguhkan terkesan manis, di mana sang Putri kemudian menemukan Pangerannya, lengkap dengan lima belas pendar bintang yang disyaratkan oleh Selma. Ending demikian mudah ditebak karena sudah umum ditemukan dalam cerita-cerita teenlit.

Jalan ceritanya memang sedikit unik. Tetapi secara keseluruhan terkesan sama saja dengan novel-novel lainnya, yaitu tokoh utama yang membenci tokoh lain di kemudian hari malah jatuh cinta dengan tokoh yang dibencinya.

Walau begitu, novel ini cukup menghibur untuk dibaca. Mengingatkan kita untuk tidak begitu saja membuang mimpi kita, se'anak kecil' apapun mimpi tersebut. Karena dunia berkembang antara lain karena manusia masih memiliki mimpi yang ingin digapainya. Karena itu, pertahankanlah mimpi Anda dan cobalah untuk mewujudkannya.

Buku Sejenis Lainnya »