Dinamika Demokrasi, Politik, dan Pemerintahan Daerah

  • Cover Dinamika Demokrasi, Politik, dan Pemerintahan Daerah
  • Cover
Rp 75.000
Hemat Rp 11.250
Rp 63.750
Judul
Dinamika Demokrasi, Politik, dan Pemerintahan Daerah  
No. ISBN
9799783216
Penerbit
Tanggal terbit
November - 2011
Jumlah Halaman
-
Berat Buku
500 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Sosial-Politik
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit
Stok Tidak Tersedia
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi buku terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan anda langsung diproses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006.
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

DINAMIKA DEMOKRASI, POLITIK, DAN PEMERINTAHAN DAERAH. Sentilan Cerdas, dari Hulu sampai ke Hilir, karya Muhadam Labolo ini berbiacara tentang Demokrasi Politik dan Pemerintahan Daerah, bukan dari sudut pandang teori yang rumit dan berbelit-belit, melainkan dari potret yang autentik di lapangan. Karena itu, bukan hanya isi buku ini yang diangkat dari lapangan, melainkan cara penyajiannya pun tetap bergaya lapangan. Enak, ringan, dan tidak bertele-tele. Sentilan-sentilannya ringan, tetapi tetap pas; tidak membuat kuping panas, melainkan menggelitik gelak di hati, da bisa meringankan langkah untuk, tanpa rasa risih, mau mengoreksi diri. Keistimewaan buku ini yaitu bisa menunjukkan kelemahan-kelemahan dari ide-ide dan praktik-praktik politik demokrasi dan pemerintahan daerah tanpa menohok manusiannya. Dengan kata lain, penulis dengan cerdas menghindari kesesatan-kesesatan logika yang cenderung terjadi dalam dunia kritik dan perdebatan dewasa ini yang terlalu bersifat ad hominem atau ad personam; yang disoroti mestinya masalahnya (rem), bukan orangnya (personam).

Ketika dia bicara pilkada yang tak bisa berjalan tanpa banyak menghabiskan biaya, dia membahasakannya dengan ungkapan 'logika tanpa logistik'. Ketika menyindir mental persaingan tidak sehat birokrat, dia mendesetkan DAK yang tadinya berarti formal 'Daftar Urutan Kepangkatan' menjadi bernuansa aktual 'Daftar Urutan Kedekatan'. Ketika menyoroti persaingan tidak sehat dari para birokrat kita, dia mengutip konsep para pakar otentik dari dunia lapangan, yakni dunianya sopir angkot, bis kota, dan tukang bajaj, 'bersaing di lapangan, berkumpul di pangkalan', karena menurut penulis, birokrasi kita justru memperlihatkan gejala sebaliknya, di lapangan mereka tak terlihat berkompetisi, di kantor (di pangkalan) mereka justru bersaing untuk kemudian saling menjatuhkan.


REVIEW Dinamika Demokrasi, Politik, dan Pemerintahan Daerah

Buku Sejenis Lainnya »