Kamis, 17 April 2014
 
User Name
Password
 
Lupa Password
Registrasi Anggota Baru
Melia_cheung
budiyantox
fais81
 Jumlah Anggota : 209012
[+] Buka Semua Kategori
+Agama
+Aksesoris Kado & Parcel
+Anak-Anak
+Bahasa dan Kamus
+Biografi dan Memoar
+Buku Akan Datang
+Buku Import
+Buku Import Spesial
+Buku Import Teknik dan Design
+Buku Murah dan Promo 2014
+Buku Novel
+Buku Sekolah
+Buku Teks
+Busana dan Kecantikan
+CD Pembelajaran Interaktif
+EBook
+Ekonomi dan Manajemen
+Hobi dan Usaha
+Hukum dan Undang-undang
+Humor
+Inspirasi dan Spiritual
+Kesehatan dan Lingkungan
+Komik
+Komputer dan Internet
+Majalah
+Masakan dan Makanan
+Non-Fiksi Lainnya
+Orang Tua dan Keluarga
+Perhotelan dan Pariwisata
+Produk lainnya
+Psikologi dan Pengembangan Diri
+Referensi
+Remaja
+Sains dan Teknologi
+Sastra dan Filsafat
+Sejarah dan Budaya
+Teknik
+Tjersil-Buku Cerita Silat

Tayang: 23 hari lagi

Tayang: 298 hari lagi

Tayang: 29 hari lagi

Tayang: 288 hari lagi
 
AudiobooksKisah NyataKomunikasi
LifestyleNon-Fiksi UmumPersonal Literature
SMS
Display Buku


Rp 69.900
Hemat Rp 10.485
Rp 59.415
Stok Kosong


Tayang: 163 hari lagi


Tayang: 1 hari lagi
 
Maaf, untuk sementara buku ini tidak tersedia.
Judul For God and Country : Korban Paranoid Amerika  
No. ISBN 9793972084 
Penulis James Yee 
Penerbit Dastan Books 
Tanggal terbit Juli - 2006 
Jumlah Halaman 364 
Berat Buku -
Jenis Cover Hardcover 
Dimensi(L x P) 160x240mm
Kategori Kisah Nyata 
Bonus
Text Bahasa Indonesia ·
Lokasi Stok gudang penerbit
Masukkan ke daftar keinginan Masukkan ke Daftar Keinginan   

Baca review buku ini Rekomendasikan buku ini
 
SINOPSIS BUKU - For God and Country : Korban Paranoid Amerika
The Untold story: Kisah Nyata Penderitaan Kapten Muslim US Army di Penjara Guantanamo (Penjara Khusus Teroris).

Yee mencintai Tuhan dan Amerika, namun salah satunya memenjarakannya.

Pelecehan terhadap kitab suci umat Islam kerap terjadi di Penjara Guantanamo. Polisi militer di penjara sering menggunakan lembaran Alquran untuk membersihkan lantai. Saya sering menemukan sobekan lembar Alquran di lantai.

Mereka tidak peduli pangkat saya kapten, lulusan West Point, akademi militer paling bergengsi di Amerika Serikat. Mereka tidak peduli agama saya melarang telanjang di hadapan orang. Mereka tidak peduli belum ada dakwaan resmi terhadap saya. Mereka tidak peduli istri dan anak-anak saya tidak mengetahui keberadaan saya. Mereka pun jelas tidak peduli kalau saya adalah warga Amerika yang setia dan, di atas segalanya, tidak bersalah.

Istrinya menggenggam pistol di tangan yang satu dan dua butir peluru di tangan lainnya. “Ajari aku cara menggunakannya,” bisik wanita itu melalui telepon dari apartemen mereka di Olympia, Washington. Dari semua hal yang pernah dilalui James Yee—penahanan, tuduhan spionase, 76 hari di dikurung di sel isolasi—ini adalah yang terburuk.

Rasa takut membadai di dadanya saat bicara di telepon dengan istrinya. Sebagai seorang ulama militer, Yee telah dilatih untuk mendeteksi dan mencegah tindakan bunuh diri. Yee tahu bahwa kondisi Huda telah kritis. Istrinya itu telah menemukan pistol Smith & Wesson miliknya yang disimpan di tempat tersembunyi di dalam lemari. Huda sudah merencanakan ini. Yee merasa tak berdaya...

***

James Yee dibesarkan di New Jersey dan—seperti ayah dan kakak-kakaknya—ingin mengabdi pada negaranya. Ia memutuskan untuk masuk US Army Chaplain Corps (Korps Ulama Angkatan Darat AS) sebagai salah seorang ulama Muslim pertama. Kisahnya ini dituturkan dengan amat memikat, menyuguhkan pandangan orang-dalam tentang kondisi di Teluk Guantanamo, tempat Yee ditugaskan pada tahun 2003. Tugasnya adalah melayani kebutuhan spiritual para tahanan di sana, dan karenanya ia lebih memahami kondisi mereka ketimbang orang lain. Namun, karena itu ia malah dijuluki ‘Taliban Cina’, disindir, dicerca, dan difitnah macam-macam. Semua itu tidak terbukti; seluruh dakwaan terhadapnya dibatalkan. Sayangnya, karier militer dan reputasinya telah lebih dulu hancur.

Inilah kisah yang mengungkap sisi gelap perang terhadap terorisme yang berlebihan dan tanpa aturan, yang menebar bahaya di mana-mana dan mengakibatkan seorang patriot Amerika sejati diperlakukan layaknya musuh. Bukannya mendapat penghargaan atas jasa-jasanya, Yee malah dihukum. Reputasi Amerika sebagai negara hukum yang adil ikut tercoreng bersamanya. 
 
RESENSI TERKINI - For God and Country : Korban Paranoid Amerika  
Oleh : prayudi, 02 Agustus 2006-12:43:27
Rating
Pelecehan terhadap kitab suci umat Islam kerap terjadi di Penjara Guantanamo. Polisi militer di penjara sering menggunakan lembaran Alquran untuk membersihkan lantai. Saya sering menemukan sobekan lembar Alquran di lantai.
***

Mereka tidak peduli pangkat saya kapten, lulusan West Point, akademi militer paling bergengsi di Amerika Serikat. Mereka tidak peduli agama saya melarang telanjang di hadapan orang. Mereka tidak peduli belum ada dakwaan resmi terhadap saya. Mereka tidak peduli istri dan anak-anak saya tidak mengetahui keberadaan saya. Mereka pun jelas tidak peduli kalau saya adalah warga Amerika yang setia dan, di atas segalanya, tidak bersalah.
***

Itulah sekelumit cuplikan dari buku berjudul FOR GOD AND COUNTRY: Korban Paranoid Amerika karya Kapten James Yee. Apakah ‘perang melawan terorisme’ yang digagas Amerika Serikat (AS) benar-benar perang yang ditujukan untuk melawan ekstremisme demi tegaknya demokrasi? Ataukah label itu hanya bungkus bagi perang melawan Islam? Para pejabat AS di lingkaran Bush bersikeras bahwa agenda mereka bersifat politis, bukan religius. Namun faktanya, retorika dan tindak-tanduk AS di lapangan mengubah perang melawan terorisme menjadi perang melawan Islam.

James Yee adalah seorang mualaf lulusan West Point, akademi militer paling bergengsi di AS. Mulanya, ia adalah pemeluk Kristen Lutheran. Ia memilih untuk memeluk Islam ketika ke Suriah setelah lulus dari West Point dan bertemu dengan seorang wanita bernama Huda yang kemudian menjadi istrinya. James Yee lulus dari West Point pada tahun 1990, mengabdi di Angkatan Darat AS selama empat belas tahun, termasuk tugas di Arab Saudi pasca-Perang Teluk I. Setelah memeluk Islam pada tahun 1991, ia belajar Islam dan bahasa Arab di Damaskus, Suriah selama empat tahun. Ia telah dua kali menunaikan ibadah haji ke Makkah.

James Yee dibesarkan di New Jersey dan—seperti ayah dan kakak-kakaknya—ingin mengabdi pada negaranya. Ia memutuskan untuk masuk US Army Chaplain Corps (Korps Ulama Angkatan Darat AS) sebagai salah seorang ulama Muslim pertama. Kisahnya ini dituturkan dengan amat memikat, menyuguhkan pandangan orang-dalam tentang kondisi di Teluk Guantanamo, tempat Yee ditugaskan pada tahun 2003. Tugasnya adalah melayani kebutuhan spiritual para tahanan di sana, dan karenanya ia lebih memahami kondisi mereka ketimbang orang lain. Namun, karena itu ia malah dijuluki ‘Taliban Cina’, disindir, dicerca, dan difitnah macam-macam.

Yee didakwa telah melakukan spionase dan diancam dengan hukuman mati. Namun semua itu tidak terbukti; seluruh dakwaan terhadapnya dibatalkan. Sayangnya, karier militer dan reputasinya telah lebih dulu hancur. Bahkan hingga kini statusnya masih ‘dalam pengawasan’.

Ketika tiba di Guantanamo, Yee menemukan banyak sekali kebrutalan yang dilakukan terhadap orang-orang Muslim yang menjadi tahanan di sana. Namun karena awalnya ia menganggap kebrutalan ini dilandasi oleh ketidaktahuan, Yee justru memandang kondisi ini sebagai tantangan baginya. Yee tidak hanya ingin memberikan pelayanan spiritual kepada para tahanan, namun ia juga ingin mendidik para personel militer AS tentang Islam.

Sayangnya, hal inilah yang menyeretnya ke dalam kubangan masalah. Karena memperlakukan para tahanan dengan hormat dan bermartabat, bicara yang baik-baik tentang Islam, serta memimpin kegiatan-kegiatan keagamaan, Yee malah dipandang sebagai teroris, dipandang sebagai musuh.

Karena James Yee seorang Muslim, ia dicurigai dan diperlakukan semena-mena olah para prajurit lain. Para prajurit itu mengabaikan perintah-perintahnya sebagai Kapten Angkatan Darat AS. Ini merupakan tindakan indisipliner, namun tak ada tindak lanjutnya. Ini membuktikan bahwa seorang Muslim tidak bisa menjadi tentara sungguhan di AS, apalagi menjadi perwira.

Sebagian besar kebrutalan yang dilakukan terhadap James Yee dan para tahanan lain di Guantanamo merupakan tanggung jawab Jenderal Geoffrey Miller, orang yang berkuasa di Guantanamo. Jenderal Miller sepertinya punya dendam dan kebencian pribadi terhadap Yee dan kaum Muslim. Entah apa motifnya.

Keyakinan Kristen Miller sendiri yang radikal dipercaya ikut andil dalam segala tindak-tanduknya di Guantanamo. Namun, sayangnya, James Yee-lah yang menghadapi dakwaan kriminal, buka Miller. Yee-lah yang terpaksa mengundurkan diri, bukannya Miller. Padahal Miller-lah—beserta sejumlah perwira senior lainnya—yang seharusnya dipecat dengan tidak hormat dari dinas militer.

Inilah kisah yang mengungkap sisi gelap perang terhadap terorisme yang berlebihan dan tanpa aturan, yang menebar bahaya di mana-mana dan mengakibatkan seorang patriot Amerika sejati diperlakukan layaknya musuh. Bukannya mendapat penghargaan atas jasa-jasanya, Yee malah dihukum. Reputasi Amerika sebagai negara hukum yang adil ikut tercoreng bersamanya. Begitu banyak yang Yee tuangkan dalam bukunya ini. Tak pelak lagi, buku Yee ini sarat dengan pengungkapan rahasia. Rahasia yang niscaya membuat kita muak dengan kebijakan-kebijakan AS di bawah Bush dengan segala tindak-tanduk primitifnya yang mengacak-acak peradaban dan nilai-nilai kemanusiaan.
[Kirim Resensi] [Baca Semua Resensi]

Buku lainnya oleh penerbit - Dastan Books
Girl on the Run - Cinta Tak Terduga
Penulis: Jane Costello
(Dastan Books
Rp 65.000   Hemat Rp 9.750   Rp 55.250
Waking Up With The Duke - Cinta Terlarang
Penulis: Lorraine Heath
(Dastan Books
Rp 65.000   Hemat Rp 9.750   Rp 55.250
Storming the Castle & Winning the Wallflower - Kisah yang Sempurna
Penulis: Eloisa James
(Dastan Books
Rp 49.900   Hemat Rp 9.980   Rp 39.920
Lainnya »
 
 
BUKU SEJENIS
Meniti Langkah : Catatan Seorang Penderita Stroke Muda
Penulis: Sutri Yaningsih Manik
(Elex Media Komputindo
Rp 37.800   Hemat Rp 5.670   Rp 32.130
Ada yang Abadi
Penulis: Eidelweis Almira
(Zettu
Rp 35.000   Hemat Rp 5.250   Rp 29.750
Travelove : Dari Ransel Turun ke Hati (Promo Mizan Online Bookfair) (Promo Mizan Online Bookfair)
Penulis: Claudia Kaunang, Andrie Budiman, Trinity
(B-First
Rp 20.000   Hemat Rp 0   Rp 20.000
Unbroken Wings (cover baru)
Penulis: Laura Lazarus
(Light Publishing
Rp 43.500   Hemat Rp 5.220   Rp 38.280
Gado-Gado dan Sushi : Kisah-kisah Nyata yang Seru dan Inspiratif
Penulis: Yunitha Fairani
(Gramedia Pustaka Utama
Rp 45.000   Hemat Rp 6.750   Rp 38.250
  Lainnya »
x

1 buku
[ Proses ]
Cara Jadi Anggota
Keuntungan Anggota
Cara Belanja
Cara Pembayaran
Cakupan Pengiriman
Biaya Pengiriman
Proses Pengiriman
Hubungi Kami

Tayang: 249 hari lagi
Rp 30.000
Hemat Rp 7.500
Rp 22.500
Uje - Untaian Hikmah Untukku (Promo Murah Agro Group)
Buku Promo Lainnya
Buku Populer
Eka Octarina
So awesome deh BukuKita.com gak pake nunggu lama ...
Nita Ekana'ul
pertama kali beli buku online dan pilihan langsung...
Eko Adi Darmawan
Alhamdulillah, Situs ini menjadi rujukan bagi ana...
 
Tambah Lainnya
Periode Maret 2014
No Undian :
  139717911204
Anggota :
  herma
Hadiah Buku yang dipilih:
  Because I Love You
No Undian :
  139504150172
Anggota :
  shafaicha
Hadiah Buku yang dipilih:
  Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga! (Renungan untuk Para Ayah dan Bunda)
 
Halaman Depan | Tentang Kami | Kerjasama Penerbit | Buku Baru | Buku Terlaris | Buku Populer | Buku Rekomendasi | Buku Promo | Blog
 Cari Cepat
Kantor Pusat: JL. Topaz Raya C2 No.12 Permata Puri Media, Jakarta Barat.
Layanan Bantuan: 021-33088877, 021-91977730 (Call Only) | SMS : 083870009010 | Fax: 021-58350075 | Hubungi Kami
Jam Layanan: Senin - Jumat: 09.00 WIB - 16.00 WIB | Sabtu: 09.00 WIB - 12.00 WIB (Hari Kerja)
© 2006 - 2014 BukuKita.com - PT.Mitra Online Perkasa
LIHAT VERSI MOBILE