Display Buku
The Hunger Games (cover film) 4E (Novel_up_80%)
 
Rp 68.000
Hemat Rp 13.600
Rp 54.400

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari tiwskii
 
  01 Mei 2012 - 12:26:56

Isi Resensi :
The Hunger Games


The Hunger Games merupakan buku pertama dari trilogi "The Hunger Games" yang ditulis oleh Suzanne Collins. Cerita bermula dari pengajuan diri seorang gadis remaja bernama Katniss Everdeen untuk menggantikan adiknya - Prim - sebagai peserta Hunger Games ke-74 dari Distrik 12 - salah satu distrik di negara Panem (yang dulunya adalah Amerika Utara). Hunger Games ialah sebuah permaian yang dibuat oleh Capitol dengan menghadirkan 24 peserta dari seluruh distrik dan mereka - para peserta - hanya punya dua pilihan ketika di arena: dibunuh atau membunuh...untuk mendapatkan satu pemenang. The Hunger Games memiliki cara bermain yang cukup mirip dengan film berjudul "Battle Royale". Hanya perbedaannya terletak bahwa Hunger Games bertujuan untuk mengingatkan setiap distrik di seantero Panem bahwa mereka berada di bawah ketiak Capitol dan bahwa permainan ini berusaha mengingatkan mereka untuk tidak melakukan pemberontakan lagi. Bab-bab pertama dari buku ini memang terasa kurang menarik. Akan tetapi, keputusan untuk bersabar membaca buku ini sampai bagian pertengahan sangatlah tepat. Kita akan dibawa ke dalam sebuah arena pertarungan dan seolah-olah terjebak di dalamnya. Collins membuat The Hunger Games menarik untuk dibaca saat ia mulai memasukkan plot-plot yang membuat dahi kita mengernyit dan bertanya-tanya dalam hati, "Apa yang sebenarnya terjadi?" atau "Mengapa si tokoh berbuat demikian? Apa maksudnya?". Lalu, kita akan terbuai dengan cara bercerita Collins yang cukup detail dan mengalir begitu saja sampai akhir bab. Namun, amat disayangkan karena Collins tampaknya melupakan detailnya di beberapa bagian. Misalnya, kita pasti penasaran bagaimana awalnya Peeta Mellark - peserta laki-laki dari Distrik 12 - membentuk kelompok dengan para Peserta Karier dan apa topik perbicangan antara Peeta dan Haymitch - mentor Distrik 12 - sebelum Hunger Games dimulai. Tak lupa, alangkah baiknya jika Collins menambahkan satu bab khusus melalui sudut pandang Peeta mengenai bagaimana sesungguhnya perasaannya terhadap Katniss agar pembaca tidak terlalu kebingungan. Collins juga memiliki kecenderungan untuk mengulang kata-kata yang sama yang agaknya dapat membuat pembaca bosan. Terlepas dari itu semua, The Hunger Games adalah salah satu buku yang wajib untuk dibaca. Buku ini unik karena berhasil menyelipkan kisah percintaan di dalamnya tanpa mengurangi fokusnya terhadap plot utama. Selain menghibur, buku ini juga amat disarankan bagi mereka yang menginginkan penigkatan hormon adrenaline saat meresap masuk ke dalam pertarungannya.
Rating




 
 
[Semua Resensi Buku Ini]

[Kirim]