Journey To Hell - Voyage vers l'enfer

+1 rating+1 rating+1 rating+0.5 rating+0 rating
3.5 avg rating - 20 Goodreads ratings
  • Cover Journey To Hell - Voyage vers l
Rp 39.000
Hemat Rp 5.850
Rp 33.150
Judul
Journey To Hell - Voyage vers l'enfer  
No. ISBN
9789793064444
Penerbit
Tanggal terbit
Mei - 2007
Jumlah Halaman
312
Berat Buku
400 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
125x200mm
Kategori
Promo Buku Murah
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ··
Lokasi Stok
Stok Tersedia. icon-help
WHY CHOOSE US?
TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi Buku Promo Buku Murah terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan Anda segera Kami proses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006. Berikut Testimonial dari Pengguna Jasa Bukukita.com
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

DESCRIPTION

Memoar Duka Mantan Penghuni Guantanamo



Ketika peristiwa 11/9 meletus, Mourad berada beberapa mil dari perbatasan Afghanistan. Bersamaan dengan bom-bom yang digelontorkan tentara Amerika serta pergerakan tentara Aliansi Utara (Northern Alliance) menyerang Taliban, ia turut melarikan diri menuju kawasan pegunungan Hindu Kush. “Aku tak pernah melakukan kejahatan,” ujarnya meyakinkan diri. “Aku tak pernah membawa senjata dan tak memerangi siapa pun.”

Setelah berhasil keluar dari Afghanistan, di sebuah masjid di Pakistan, Mourad ditangkap angkatan bersenjata Pakistan, kemudian diserahkan kepada tentara Amerika. Mulanya ditawan di Kandahar, lalu dijebloskan ke penjara Guantanamo tanpa proses pengadilan. Tak pelak, ia pun dihadapkan pada interogasi tiada henti, juga siksaan fisik dan tekanan batin yang tak terperi: diikat dengan rantai besi, ditelanjangi, dilecehkan, dihina, diludahi, dibentak, atau dipukuli para tentara semaunya.

Di penjara Guantanamo, para interogator seperti hidup dalam atmosfer frustrasi: telah tertanam di benak mereka bahwa semua informasi yang keluar dari mulut tawanan derajat kebenarannya berada di titik nol persen. Bisa dibayangkan betapa mengerikan jika mereka berusaha melampiaskan rasa frustrasi itu kepada tawanan. Mereka memang tak punya banyak cara untuk menenangkan diri. Dan, tawananlah satu-satunya hiburan paling menyenangkan.

“Ketika membaca kisah ini, masyarakat bisa memutuskan penilaian mereka atas penjara Guantanamo—bagaimana sistemnya bekerja, realitas proteksi yang diberikan kepada Amerika, dan cara-cara mengorek kebenaran dari para tawanan....”
—Mourad Benchellali



***



Mourad Benchellali tinggal di Venissieux, kawasan tepi kota Lyon, Prancis. Pemuda keturunan Aljazair ini bukanlah seorang Islamis fanatik. Saat terjadi peristiwa 11/9—bersamaan dengan kunjungan liburannya ke Afghanistan—ia ditangkap dan dituduh terlibat terorisme Al-Qaeda. Penjara Guantanamo pun jadi tempat mukimnya selama 46 bulan. Uniknya, di Guantanamo-lah Mourad pertama kali serius mengaji al-Quran. Sebelum itu, juga saat ini, tak pernah terpikir di benaknya sikap anti-Amerika.

Goodreads Review Journey To Hell - Voyage vers l'enfer

Buku terbitan Alvabet lainnya:

Buku sejenis lainnya

Buku pengembangan Maret 2019
Buku Populer & Terlaris 2019
Resep Masakan 2019
Pelajaran Sekolah 2019